Ekonomi dan Bisnis

Ternyata RI Masih Impor Barang dari Israel, Ini Daftar Produk dan Nilainya

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor barang dari Israel meningkat. Pada Juni 2024 impor barang dari Israel mencapai USD2,76 juta atau setara Rp44,63 miliar (asumsi kurs Rp16.170/USD).

Berdasarkan data BPS, nilai impor barang Israel tersebut meningkat sebesar 53,7 persen dari Juni tahun lalu sebesar USD1,51 juta.

Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan Mei 2024 atau secara bulanan, nilai impor dari Israel turun. Tercatat nilai impor dari Israel menurun 53,7 persen secara bulanan (mtm) dari USD5,97 juta.

Baca juga: Impor Juni 2024 Turun 4,89 Persen, Ini Penyebabnya

Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan nilai impor dari Israel sebenarnya sangat kecil jika dibandingkan dengan total impor Indonesia. Adapun nilai impor RI pada Juni 2024 sebesar USD18,45 miliar.

“Untuk impor asal Israel kecil sekali dibandingkan dengan total impor,” ujar Amalia dalam Rilis BRS, dikutip, Selasa 16 Juli 2024.

Produk Impor Israel

Secara rinci, komoditas yang paling banyak diimpor RI dari Israel adalah mesin listrik dan peralatan dan bagiannya dengan kode HS 85. Tercatat, nilai impor komoditas ini mencapai USD889.213.

Jika dibandingkan dengan Juni 2023, nilai tersebut naik dari USD293.480, namun turun jika dibandingkan Mei 2024 sebesar USD3,86 juta.

Selain itu, komoditas kedua yang paling banyak diimpor pada Juni 2024 ialah optik fotografi cinematografi pengukuran pemeriksaan dengan kode HS 90, dengan nilai impor sebesar USD616.468.

Baca juga: Turun 6,65 Persen, Nilai Ekspor Juni 2024 Jadi USD20,84 Miliar

Lalu, komoditas ketiga terbanyak, yaitu reaktor nuklir, ketel uap, dan barang mekanikal atau kode HS 84 dengan nilai impor sebesar USD374.527.

“Impor asal Israel sangat-sangat kecil dibandingkan total impor Indonesia, karena saking kecilnya ini menjadi tidak berarti jika dibandingakn total impor,” pungkas Amalia. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

10 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

10 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

11 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

11 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

12 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

12 hours ago