Perbankan

Ternyata Ini yang Dilakukan Bank Jago Bikin Likuiditas Longgar

Jakarta – PT Bank Jago Tbk (ARTO) dalam menjaring nasabah-nasbah baru menggandeng ekosistem GoTo Financial khususnya GoPay. Kerja sama ini menawarkan produk baru, yakni GoPay Tabungan by Jago atau rekening untuk transaksi yang bisa diakses melalui aplikasi GoPay atau Gojek.

Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris Tandjung mengatakan bahwa dengan adanya GoPay Tabungan akan membantu Bank Jago untuk memiliki likuiditas yang longgar. 

“Tentunya nanti pertumbuhan dari funding Gopay tabungan lebih tinggi lagi likuiditas yang datang, ke depan juga dari LDR pelan-pelan lebih rendah dari sekarang,” kata Arief, di Jakarta, Rabu 18 Oktober 2023.

Baca juga: Begini Strategi Bank Mandiri Dalam Menjaga Likuiditas

Bila dilihat, saat ini LDR (loan to ratio) Bank Jago memiliki rasio yang cukup yakni 110,61 persen pada semester I 2023. Namun, pihaknya optimis meskipun LDR tercatat di atas 100 persen, tetapi dia yakin Perseroan memiliki cadangan likuiditas yang cukup.

Arief menyebut, Bank Jago memiliki modal sekitar Rp8,5 triliun atau melebihi ketentuan modal minimum bank umum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebesar Rp3 triliun.

“Jadi kita masih punya banyak sekali capital yang ada, yang saat ini mungkin belum dipakai untuk menyalurkan kepada pinjaman,” jelasnya.

Lebih lanjut, dengan ekosistem GoTo, pihaknya yakin bisa menambah dana murah. Dia mengatakan, saat ini kontribusi dari ekosistem GoTo telah mencapai 35 persen terhadap nasabah Bank Jago.

Baca juga: Alasan BI Guyur Insentif Likuiditas Sektor Properti

“Pertumbuhan organik artinya kita peroleh sendiri pasti ada, tapi kita memang majority harus berkolaborasi dengan ekosistem dimana GoTo itu adalah strategic partner kita sejak kita berdiri sebetulnya karena mereka juga pemegang saham di Jago,” katanya.

Arif pun menproyeksikan sampai akhir tahun akan bisa menumbuhkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar 20 persen dan kontribusi dana murah di sekitar 70 persen. (*) 

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

27 mins ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

1 hour ago

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

2 hours ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

3 hours ago

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

3 hours ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

3 hours ago