Ternyata Ini Biang Kerok Dana Asing Rp1,17 Triliun Kabur dari Pasar Saham RI

Jakarta – Aliran dana investor asing pada perdagangan kemarin, 14 Juli 2025 kembali keluar deras. Ini tercermin dari net foreign sell yang mencapai Rp1,17 triliun. Angka tersebut juga memicu dana asing yang keluar secara year to date (ytd) naik menjadi Rp44,1 triliun.

Adapun saham terbanyak yang dijual asing pada perdagangan kemarin adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebanyak Rp1,31 triliun. Lalu, diikuti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai Rp345 miliar.

Menanggapi fenomena tersebut, Head of Research and Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, investor saat ini masih sangat berhati-hati terhadap sektor keuangan, khususnya saham perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurutnya, sikap investor tersebut disebabkan oleh perbankan BUMN yang saat ini memiliki mandat khusus untuk mendukung program dari Pemerintah Indonesia. Salah satunya sebagai pemberi modal awal Koperasi Desa Merah Putih.

Baca juga: Dana Asing Kabur Rp1,17 T, BMRI dan CUAN Masuk 5 Saham Terbanyak Dijual

“Takutnya memang apa namanya disalurkan kepada mungkin yang pada sektor-sektor yang mungkin masih memiliki risiko yang tinggi ya. Seperti mungkin renewables yang kayaknya ini jangka panjang, nggak bisa mendapatkan return yang lebih cepat gitu lah. Mungkin memang kekhawatiran akan keinginan pemerintah untuk mendapatkan pendanaan dari bank tersebut,” ucap Rully kepada media di Jakarta, 15 Juli 2025.

Di samping itu, kata Rully, kinerja keuangan perbankan BUMN di semester I 2025 juga diperkirakan masih tertekan. Hal ini dikarenakan pertumbuhan kredit di kuartal II 2025 lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Sementara non performing loan (NPL)-nya juga lebih tinggi. Jadi kembali lagi kita lihat yang kemungkinan bisa meng-adjust suku bunga lebih cepat itu bank-bank yang memang memiliki likuiditas yang lebih longgar,” imbuhnya.

Baca juga: BEI Tambah 5 Saham Baru Underlying Single Stock Futures, Ini Daftarnya

Sementara menjelang penutupan perdagangan hari ini, 15 Juli 2025 pukul 15.45 WIB, saham-saham perbankan BUMN terlihat kembali mengalami penguatan. Contohnya saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik sekitar 2,38 persen ke Rp3.870.

Sementara itu, saham BMRI tercatat naik tipis 0,21 persen ke level Rp4.700 dan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) meningkat 0,74 persen ke posisi Rp4.070 per saham. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

8 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

15 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

16 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

16 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

17 hours ago

Rosan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Poin Penting Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai… Read More

23 hours ago