Ternyata Ini Alasan Bank Raya Buyback Saham Rp20 Miliar

Jakarta – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) buka suara soal alasan perseroan melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp20 miliar.

Direktur Keuangan Bank Raya Rustarti S. Pertiwi mengatakan bahwa aksi korporasi yang dilakukan Bank Rayabtelah disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dia menyatakan, hal tersebut dilakukan karena perseroan optimis atas prospek kinerja Bank Raya ke depannya setelah melakukan buyback.

Baca juga: Perkuat Inovasi Bisnis Digital, Bank Raya Perluas Jangkauan Segmen

“Kami optimis bank raya akan prospek kinerja bank raya ke depan yag akan terus membaik dan tadi juga sudah coba kami sampaikan mengenai kinerja bank raya posisi Juni yang terus menunjukan perbaikan dan pertumbuhan positif,” ujar Rustarti dalam Public Expose Live 2024, Selasa, 27 Agustus 2024.

Seperti diketahui, di semester I 2024, Bank Raya meraup laba bersih sebesar Rp20 miliar atau naik 115,9 persen secara yoy. Adapun, total kredit Bank Raya juga tumbuh mencapai Rp6,8 triliun, meningkat sebesar 12,1 persen yoy.

Rustarti menjelaskan proses buyback saham ini akan dilakukan selama satu tahun ke depan atau hingga Agustus 2025 sejak keputusan dibuat. Ini sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni dapat dilaksanakan satu tahun setelah RUPS.

“Periode buyback akan dilakuakn selama satu tahun kedepan sesuai dengan POJK, Jadi ini akan berakhir di Agustus 2025 dengan nominal  sekitar Rp20 miliar,” jelasnya.

Baca juga: RUPSLB Bank Raya Sepakati Buyback Saham dan Angkat Komisaris Baru

Di samping itu, nantinya saham-saham yang dibeli kembali akan diberikan kepada karyawan dan manajemen sebagai bagian dari program kepemilikan saham. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan dan rasa memiliki di kalangan karyawan, agar lebih termotivasi untuk mencapai target dari perusahaan.

Selain itu, Bank Raya memastikan bahwa buyback saham ini tidak akan berpengaruh terhadap ketentuan minimum kepemilikan saham publik yang sebesar 7,5 persen, di mana saat ini pemilik saham publik Bank Raya masih sebesar 13,5 persen.

Rustarti menyatakan buyback saham ini juga tidak akan berdampak signifikan terhadap laporan keuangan perusahaan, termasuk total aset, ekuitas, laba bersih, maupun laba per saham.

“Pelaksanaan buyback ini tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan usaha perseroan dan juga tidak akan ada dampak signifikan terhadap indikator keuangan perseroan,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

10 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

10 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

13 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

14 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

15 hours ago