Nasional

Ternyata Ini Alasan 7 Hakim MK Tak Bersedia Gantikan Anwar Usman

Jakarta – Rapat pleno hakim Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa hari lalu memutuskan Suhartoyo sebagai Ketua MK baru.

Keputusan tersebut diambil dalam musyawarah mufakat yang berlangsung secara tertutup selama tiga jam oleh sembilan hakim konstitusi yang hadir.

Suhartoyo menjadi Ketua MK menggantikan Anwar Usman yang sebelumnya diberhentikan Majelis Kehormatan (MKMK) karena terbukti melakukan pelanggaran berat kode etik.

Direncanakan, Suhartoyo akan mengambil sumpah sebagai Ketua MK baru pada Senin, 13 November 2023.

7 Hakim Menolak Jadi Ketua MK

Ada cerita di balik pemilihan Ketua MK baru. Di mana tujuh hakim MK diketahui tidak bersedia menggantikan Anwar Usman. Lantas, apa alasannya?

Wakil Ketua MK Saldi Isra menyampaikan, pihaknya sudah bermusyawarah dan masing-masing Hakim MK sudah mengeluarkan pandangan. Hasilnya pun mengarahkan seluruh Hakim MK pada nama yang dihendaki menjadi ketua.

Ketika pemilihan berlangsung, Saldi mengatakan ada tujuh hakim MK tak bersedia ditunjuk menjadi ketua karena berbagai alasan tertentu.

Contohnya Arief Hidayat tak bersedia menempati sebagai Ketua MK karena ingin mengambil peran lain. Sedangkan Manahan Sitompul dan Wahiddin Adams tak ingin mengisi posisi itu dengan alasan mereka akan memasuki masa pensiun.

Sementara, Anwar Usman yang baru saja dicopot tidak bisa mencalonkan diri lagi sebagai Ketua MK. Pasalnya, sesuai dengan putusan MKMK yang menyatakan Paman dari Gibran Rakabuming Raka ini tebukti melakukan pelanggaran etik berat.

Akhirnya, sidang pemilihan Ketua MK hanya membawa nama Saldi dan Suharyorto sebagai pimpinan yang baru.

Hasilnya, Suhartoyo yang merupakan hakim MK usulan Mahkamah Agung (MA) terpilih menjadi ketua MK yang baru.

Suhartoyo mengungkapkan alasan dirinya bersedia menjadi Ketua MK. Ia mengaku merasakan dorongan untuk memulihkan nama MK usai pelanggaran etik yang diputus MKMK beberapa waktu lalu.

“Kesanggupan itu sebenarnya datang karena ada panggilan, ada permintaan dari para hakim-hakim itu,” kata Suhartoyo.

Dia menilai, persoalan yang ada di MK saat ini tidak bisa dibiarkan. Ia berpendapat, dibutuhkan pimpinan yang mau menjadi lokomotif. Tentunya dibutuhkan juga kerja sama dari Sembilan hakim untuk memulihkan MK. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kredit Amar Bank Melesat 35 Persen di 2025, Dorong Pertumbuhan Laba

Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More

25 mins ago

Pergeseran Gaji PPL ke Bank Himbara, “Membunuh” BPD Secara Sistemik

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank INDONESIA sedang berputar hebat. Dalam politik ekonomi perbankan… Read More

55 mins ago

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

2 hours ago

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

9 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

12 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

13 hours ago