Jakarta–Peluncuran BRIsat, satelit milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali tertunda menyusul gangguan cuaca yang terjadi di Guiana Space Centre, Kourou, Guyana Prancis, Jumat, 17 Juni 2016. Kepala Eksekutif Arianespace Stephane Israel mengumumkan, peluncuran akan ditunda 24 jam.
“Karena cuaca yang tidak mendukung di Guiana Space Center, Kourou, Airanespace memutuskan menunda peluncuran selama 24 jam,” sebut keterangan pers Arianespace. Dengan demikian peluncuran akan berlangsung pada Sabtu, 18 Juni 2016, pada jam 17.30-18.30 waktu Guyana Prancis, atau Minggu dini hari, 19 Juni 2016 WIB.
Dengan demikian rencana peluncuran BRIsat tersebut sudah tertunda tiga kali, seharusnya rencana awal peluncuran BRIsat adalah tanggal 8 Juni 2016 jam 20.30 UTC di Kourou, namun terjadi hambatan teknis sehingga peluncuran diundur pada 16 Juni 2016 setelah melakukan penggantian konektor cairan antara kriogenik bagian atas roket Ariane 5 dengan landasan peluncur ELA-3. Namun pada 16 Juni terjadi gangguan di koneksi umbilical dengan bagian atas peluncur. Sehingga Arianespace kembali menunda peluncuran menjadi tangggal 17 Juni 2016 waktu Kourou, Guyana Prancis atau tanggal 18 Juni 2016 waktu Indonesia. Terakhir, cuaca buruk membuat peluncuran roket Ariane 5 pembawa satelit pertama milik bank di dunia berbendera merah putih ini kembali ditunda.
BRIsat sendiri bakal diandalkan BRI untuk mendukung bisnis perbankannya di tanah air, terutama dalam memuluskan ekspansi produk dan layanan bank di segmen UMKM dan ke pelosok-pelosok daerah. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Investor asing kembali agresif masuk pasar saham dengan net foreign buy Rp1,09 triliun… Read More
Poin Penting Danantara akan mereformasi bank Himbara pada 2026 untuk memperkuat likuiditas, kredit, dan kinerja… Read More
Poin Penting OJK mencabut izin BPR/BPRS terutama karena kasus fraud serta lemahnya tata kelola dan… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,16% pada sesi I perdagangan Kamis (15/1) ke level 9.046,83… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memprediksi konsumsi masyarakat mulai pulih pada 2026, didorong stimulus pemerintah serta… Read More
Poin Penting OJK memantau hasil audit laporan keuangan 2025 UUS multifinance yang telah memenuhi kriteria… Read More