Keuangan

Terjebak Pinjol llegal, Debt Collector Teror Bayar Tagihan Pakai APK Berbahaya

Jakarta – Postingan warganet yang mengaku mendapat teror debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) ilegal ramai diperbincangkan di media sosial. Hal ini yang dialami oleh Silvana, warga Tangerang Selatan, Banten.

“Halo, mohon bantuannya. Saya sebelumnya memang bodoh mengakses aplikasi pinjol yang tidak terdaftar OJK. Setelah dana masuk rekening, aplikasi tidak bisa diakses dan di Playstore, hilang,” tulis Silvana, melansir laman mediakonsumen, Kamis (29/9).

Baca juga: UU PPSK jadi ‘Senjata’ Ampuh Pidanakan Pinjol Ilegal di RI

Ia menceritakan, untuk jatuh tempo tujuh hari yang ditetapkan pinjol ilegal tersebut sudah lewat. Akibatnya, debt collector pinjol ilegal terus mengancam harus membayar dengan mengirimkan link Android Package Kit (APK) yang berbahaya jika diakses.

“Ada debt collector yang mengancam harus membayar, tapi dengan link apk yang berbahaya jika kita akses. Bunganya semakin besar. Saya meminta virtual account pembayarannya malah diblokir oleh debt collector tersebut,” ujarnya.

Dirinya pun meminta saran kepada warga net lainnya atas permasalahan yang dialaminya. Sebab, dikhawatirkan pinjol ilegal akan menyebarkan data pribadinya.

“Apakah jika saya mengabaikannya, ke depannya mereka akan sebar data ke kontak kita? Kalau kita abaikan, bagaimana dengan hitungan bunga mereka yang semakin besar,” tanyanya.

“Bagaimana ya solusinya, saya sangat khawatir sekali. Mohon bantuannya. Apa yang harus dilakukan dengan kondisi seperti itu ya,” tandasnya.

Adapun dalam kolom komentar, sebagian besar meminta yang bersangkutan untuk tidap perlu membayar tagihan pinjol ilegal karena peraturan pemerintah sudah melarangnya.

“Diemin aja mbk, Gak usah bayar.
Nanti kalo memang ada fitnah ke kontak jelasin aja kalo kena sebar link yg mengambil data mbk. Itu ilegall, Gk ush kwatir,” tulis akun Odys.

“Jelas2 illegal, apalagi aplikasinya sudah hilang, tidak perlu dibayar. Pemerintah juga sudah bilang tidak perlu bayar pinkol illegal. Ganti nomor HP saja terus bilang ke semua kontak abaikan jika ada penagihan, itu penipu,” tambah akun Yohaness.

Baca juga: Biaya Layanan Tinggi, Pinjol AdaKami Malah Salahkan Asuransi

Sebagaimana diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membayar cicilan pokok plus bunga terhadap pinjol ilegal.

SWI juga meminta masyarakat segera lapor ke polisi jika mendapat teror atau intimidasi saat terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal

Adapun Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjelaskan, secara hukum perdata, pinjol ilegal merupakan tidak sah lantaran tak memenuhi syarat objektif dan syarat subjektif seperti diatur dalam hukum perdata. Pemerintah dan aparat penegak hukum kata dia, bakal melakukan tindakan tegas pada pinjol ilegal. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

18 mins ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

22 mins ago

Bank Mandiri Targetkan Kredit 2026 Tetap di Atas Rata-Rata Industri

Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More

37 mins ago

CEO Infobank: Jual Beli Kendaraan STNK Only Ilegal dan Berisiko Pidana

Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More

46 mins ago

Presiden Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wamenkeu

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wamenkeu untuk sisa masa jabatan 2024–2029 melalui Keppres… Read More

53 mins ago

DPLK Avrist Targetkan Nasabah Tumbuh 15 Persen di 2026

Poin Penting DPLK Avrist menargetkan pertumbuhan nasabah 15% hingga akhir 2026 dari total lebih 29… Read More

1 hour ago