OCBC NISP
Jakarta – Sehubungan dengan Komodo Bond yang baru diterbitkan IFC, Bank OCBC NISP pada hari ini, Selasa (9/10) akan menerima kucuran dana dari IFC senilai Rp2 Triliun yang akan digunakan untuk membiayai proyek berwawasan lingkungan (green financing).
Kucuran dana ini merupakan lanjutan dari penandatanganan perjanjian bilateral yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak beberapa waktu lalu.
“Dana yang diterima dari IFC akan kami gunakan untuk membiayai investasi sektor swasta untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Fasilitas pinjaman tersebut memiliki tenor 5 tahun dan akan didistribusikan Bank OCBC NISP untuk mendanai proyek-proyek yang berwawasan lingkungan seperti efisiensi energi dan energi terbarukan,” kata Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa 9 Oktober 2018.
Parwati menyebut, perjanjian ini merupakan langkah awal bagi Bank OCBC NISP untuk mendukung nasabah melakukan bisnis secara berkelanjutan dan turut berkontribusi positif dalam pengembangan pembangunan dan tujuan pemerintah.
Kolaborasi Bank OCBC NISP dan IFC ini juga diharapkan mampu menghasilkan solusi inovatif guna memperluas peluang investasi di sektor swasta secara berkelanjutan baik dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Pada tahap awal, dana tersebut antara lain akan digunakan Bank OCBC NISP dalam pembiayaan bagi debitur yang bergerak di bidang pengelolaan air. “Kami sangat selektif dalam memilih proyek-proyek berwawasan lingkungan yang akan menerima pendanaan ini sesuai dengan arahan dan masukan dari IFC,” tutup Parwati. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More