Perbankan

Tergerus Lonjakan Beban, Laba Bank Lampung Anjlok 40,15 Persen jadi Rp103,15 Miliar di 2024

Jakarta – Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) membukukan laba bersih sebesar Rp103,15 miliar sepanjang 2024. Raihan itu anjlok 40,15 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp175,28 miliar.

Kontraksi laba bank yang dipimpin Mahdi Yusuf sebagai direktur utama ini antara lain disebabkan lonjakan pada pos beban yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi, sepanjang 2024 Bank Lampung menyalurkan kredit sebesar Rp7,21 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross terjaga di level 2,82 persen.

Baca juga: Operasional Makin Efisien, Laba Bank Bengkulu Naik 20,96 Persen Jadi Rp100,34 Miliar di 2024

Kredit BPD ini mengalami pertumbuhan 3,60 persen secara tahunan. Kucuran kredit itu menghasilkan pendapatan bunga sebesar Rp1,02 triliun, atau tumbuh 11,79 persen secara tahunan.

Namun beban bunga mengalami lonjakan hingga 33,14 persen, atau menjadi Rp468,44 miliar. Padahal dana pihak ketiga (DPK) bank ini mengalami koreksi tipis 1,68 persen, atau menjadi Rp7,61 triliun.

Struktur DPK Bank Lampung memang didominasi dana mahal. Rasio dana murah (CASA) tercatat hanya 39,95 persen. Wajar saja bila beban bunganya naik signifikan meski DPK tumbuh minus tipis.

Kenaikan beban bunga juga menggerus pendapatan bunga bersih Bank Lampung, hingga turun 17,82 persen menjadi Rp548,22 miliar.

Baca juga: Duh! Laba Bank Jateng Anjlok 19,92 Persen di 2024 jadi Rp1,27 Triliun

Beban lain seperti beban tenaga kerja, beban promosi, dan beban lainnya juga tercatat mengalami kenaikan. Maka tidak heran bila laba operasionalnya pun merosot 36,78 persen dari Rp239,37 miliar menjadi Rp151,32 miliar.

Sementara dari sisi aset, Bank Lampung mencatatkan kenaikan tipis 1,26 persen atau menjadi Rp10,46 triliun di akhir 2024. Adapun rasio kecukupan modal (CAR) di posisi 26,28 persen. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

6 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

6 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

6 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

6 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

7 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

9 hours ago