BTN Property Expo; Tambahan kredit baru. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta – Perusahaan pengembang properti, PT Riscon Victory (Riscon Realty), menggandeng ASCORT ASIA Group sebagai konsultan independen dalam penerbitan dan pendistribusian Surat Berharga Investasi Jangka Pendek (SBI-JP).
Dalam penerbitan ini, PT Riscon Victory kembali melibatkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai Agen Pembayaran sekaligus sebagai Agen Jaminan dan Agen Pemantau atas penerbitan SBI-JP Seri-2 berkelanjutan tersebut.
“Kami mengharapkan kerjasama dengan ASCORT ASIA GROUP dan dukungan Bank BRI akan terus berkelanjutan untuk membawa Riscon Realty dalam mendukung percepatan pembangunan Rumah Sederhana Sehat sebagai bagian dari proyek utama Pemerintah di bidang kesejahteraan papan, hingga kelak Riscon Realty melantai ke Bursa Efek Indonesia melalui proses IPO,” kata Ari Tri Priyono, CEO & Presiden Direktur Riscon Realty, di Jakarta, Kamis, 27 September 2018.
Rencananya penggunaan dana dari penerbitan ini diprioritaskan untuk penyelesaian beberapa proyek Rumah Sederhana Sehat hasil kerjasama RISCON dan Bank Tabungan Negara (BTN) di wilayah Jawa Barat.
Untuk mendukung penerbitan SBI-JP Seri-2 ini, Riscon Realty akan menyerahkan tambahan jaminan berupa tanah dan bangunan di kawasan Grand Riscon Padjajaran, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat di samping kawasan Grand Riscon Rancaekek, Bandung Timur yang telah dijadikan jaminan atas penerbitan SBI-JP Seri-1.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi Riscon Realty dalam merealisasikan tujuan mulia untuk menyediakan Rumah Sederhana Sehat (RSH) sekaligus membantu Pemerintah RI dalam percepatan pembangunan perumahan rakyat di Indonesia,” tambah
Anthony Soewandy, Group CEO ASCORT ASIA. (*)
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More