Mandiri Bidik Pertumbuhan Transaksi e-Commerce 30%
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana menerbitkan obligasi sebagai bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Tahap III 2018 dengan target indikatif total Rp3 triliun. PUB I Tahap III Tahun 2018 ini adalah bagian dari PUB I Bank Mandiri dengan total size sebesar Rp14 triliun.
Asal tahu saja, pada tahun 2016 dan 2017, perseroan telah menerbitkan Obligasi dengan total sebesar Rp11 triliun yang terbagi dalam 2 Tahap. Pada PUB I Tahap I Tahun 2016 perseroan telah menerbitkan Obligasi senilai Rp5 triliun dan pada PUB I Tahap II Tahun 2017 sebesar Rp6 triliun.
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, PUB I Tahap III ini akan diterbitkan dengan tenor 5 tahun dan kisaran kupon 7,75-8,50 persen. Rencananya Penawaran Awal PUB I Tahap III ini akan dimulai pada 8-24 Agustus 2018, dengan Penawaran Umum diperkirakan pada 14-17 September 2018.
“Penerbitan Obligasi tersebut dimaksudkan untuk memperkuat struktur pendanaan bank dan ekspansi kredit perusahaan,” ujar Darmawan di Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, dalam penerbitan ini, perseroan telah menunjuk enam perusahaan penjamin emisi, yakni Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas.
Darmawan pernah mengatakan, setelah mendapatkan tambahan dana dari surat utang tersebut, diharapkan dapat menekan rasio kredit terhadap dana (loan to deposit ratio/LDR) menjadi kisaran 91-93 persen. Adapun LDR perseroan hingga paruh pertama tercatat 94,57 persen atau naik dibanding tahun lalu periode yang sama sebesar 89,4 persen. (*)
Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More