Perbankan

Terapkan Green Economy, BSI Ciptakan Islamic Ecosystem

Jakarta – Pembangunan ekonomi berkelanjutan terus dilakukan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Salah satu bentuk implementasinya adalah konsistensi dalam menerapkan green economy, salah satu topik pembicaraan presidensi G20.

Banyak hal yang dijalankan bank syariah milik negara itu. Di Aceh misalnya, BSI membangun gedung landmark dengan mengusung konsep green building yang hemat energi dan ramah lingkungan. Gedung yang akan menjadi ikon Aceh ini, sekaligus menjadi penanda dukungan BSI untuk meningkatkan perekonomian Aceh secara berkelanjutan.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, pembangunan Gedung BSI Aceh ini juga untuk mendukung program prioritas pemerintah dalam Presidensi G20 yaitu, pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dengan membangun kota hijau dan mengendalikan perubahan iklim global.

“Seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin dan Menteri BUMN Erick Thohir, pada langkah permulaan ini, kami mulai pembangunan gedung BSI yang ramah lingkungan dan hemat energi ini di Banda Aceh, sekaligus bagian dari mengimplementasikan konsep environmental, social, and governance (ESG),” ujar Hery dikutip 7 September 2022.

Gedung BSI Aceh ini mencakup ruang terbuka hijau dalam pemilihan material hardscape yang ramah lingkungan dan mengoptimalkan penyerapan air pada lahan yang tersedia, serta menggunakan energi solar panel. Gedung tersebut nantinya terdiri dari 10 lantai dengan tinggi 46,6 meter dan menjadi gedung perkantoran tertinggi yang dilengkapi dengan ruang terbuka hijau.

Selain mengusung konsep green building, nantinya gedung tersebut juga dirancang mengakomodir unsur budaya dan kearifan lokal dalam desain arsitektur maupun pemanfaatan ruang.

Pembangunan keuangan berkelanjutan, lanjut Hery, menjadi salah satu komitmen perseroan atas tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan project green campaign dan kepedulian terhadap lingkungan.

Untuk itu BSI secara konsisten akan terus mendukung keuangan berkelanjutan, Terkait implementasi  ESG, BSI mencatat penyaluran pembiayaan hingga Juni 2022 mencapai Rp50,05 triliun. Sedangkan dana untuk Corporate Social Responsibility (CSR) perseroan yang mengusung konsep people, planet, dan profit (3P) telah tersalurkan sebesar Rp84,1 miliar ke berbagai sektor socioeconomic.

BSI juga berkomitmen dalam menjaga nilai-nilai syariah dalam menyalurkan pembiayaan dengan memberikan pembiayaan sehat dan berkelanjutan, sehingga dapat menjaga keberlangsungan kehidupan dan lingkungan.

Perseroan juga terus memacu pertumbuhan KUR dan BSI Smart untuk membantu masyarakat, agar semakin mudah memperoleh akses permodalan maupun berbagai layanan transaksi keuangan. Dengan demikian, akselerasi peningkatan ekonomi masyarakat dapat terus dilakukan.

Upaya strategis itupun akan mendorong inklusifitas dan aksesibilitas layanan jasa perbankan syariah bagi seluruh masyarakat, termasuk di Provinsi Aceh hingga ke pelosok. Hery berharap dengan peningkatan kinerja tersebut, kedepannya masyarakat dengan mudah dapat mengakses permodalan sesuai prinsip syariah.

Khusus untuk KUR, sejak awal tahun hingga Juni 2022 BSI telah menyalurkan hingga Rp1,368 triliun, dengan jumlah penerima KUR sebanyak 20.531 orang. Secara nasional, realisasi pembiayaan KUR BSI per Juni 2022 sebesar Rp6,340 triliun dengan jumlah penerima KUR sebanyak 59.034 orang.

“Sementara untuk agen BSI Smart di Aceh saat ini berjumlah 9.111 agen. Jumlah transaksi lebih dari 6 juta transaksi dengan nilai mencapai lebih dari Rp15 triliun per Juni 2022,” lanjut Hery.

Menurut Hery, banyaknya jumlah agen BSI Smart di Aceh merupakan langkah perseroan menjangkau dan melayani masyarakat untuk mengakses layanan jasa perbankan. Agen BSI Smart hadir untuk mendekatkan dan memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi jasa keuangan sehari-sehari.

Seluruh inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya BSI dalam mengembangkan Islamic ecosystem.

Beberapa fitur yang dapat diakses masyarakat di agen BSI Smart di antaranya adalah pembukaan rekening tabungan BSI Smart, penarikan, penyetoran dan transfer uang, penarikan bantuan sosial, penarikan Program Indonesia Pintar, pembayaran e-commerce, pembayaran PLN, pulsa, paket data dan internet, pembayaran zakat dan Infaq, serta isi ulang e-wallet.

“Insyaallah, langkah-langkah ini bisa semakin memudahkan masyarakat dalam bertransaksi dan mengakses layanan jasa keuangan perbankan syariah,” tutup Hery. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

23 mins ago

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

7 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

11 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

11 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

11 hours ago