Ilustrasi: Remitansi rupiah/istimewa
Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih akan berlanjut pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka langsung melemah hingga 22 poin atau 0,15 persen di level Rp15.065 per dolar AS.
Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail dalam risetnya di Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018 mengatakan, nilai tukar rupiah yang melemah cukup dalam sejak perdagangan kemarin, dipicu oleh adanya kenaikan harga minyak yang cukup tinggi seiring turunnya suplai minyak di pasaran dunia akibat sangsi AS terhadap Iran.
“Dolar indeks diperkirakan bergerak sideways ke level 95.4-95.5 terhadap beberapa mata uang kuat utama dunia lainya. Rupiah kemungkinan bergerak stabil di level Rp15.010-Rp15.060 per dolar AS,” ujarnya.
Selain dipicu oleh kenaikan harga minyak yang cukup tinggi, tensi perang dagang yang meningkat antara AS-China pasca disepakatinya perjanjian baru antara AS, Kanada dan Meksiko yang diperkirakan semakin memperuncing perang dagang antara AS-China, juga menjadi sentimen negatif bagi pergerakan laju rupiah.
“Mata uang euro juga masih mengalami pelemahan terhadap dolar seiring kekhawatiran akan defisit anggaran pemerintah Italia yang lebih tinggi dari seharusnya. Rupiah juga sudah melemah cukup dalam diperdagangan kemarin,” ucapnya. (*)
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More