Jakarta – Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali catat rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high) hari ini, dengan ditutup melonjak Rp270 atau 5,84% ke Rp4.890 pada perdagangan Rabu, 20 Januari 2021.
BBRI pertama kali tercatat sebagai emiten di BEI pada 10 November 2003 dengan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) dijual pada harga Rp875 per lembar saham.
Perseroan pun pernah melakukan stock split sebanyak dua kali pada Januari 2011 dan November 2017, sehingga harga saat ini (13/01) telah meningkat lebih dari 54 kali lebih jika dibandingkan harga pada saat IPO.
Berdasarkan data perdagangan saham hari ini, saham BBRI ditransaksikan sebanyak 34.066 kali transaksi dengan volume 2.222.044 senilai Rp1,06 triliun.
Penguatan ini tidak lepas dari aksi beli investor, khususnya investor asing. Tercatat asing hari ini tercatat nettbuy sebesar Rp330,17 miliar di seluruh pasar.
BBRI pun mengukuhkan diri sebagai perusahaan BUMN dengan kapitalisasi pasar terbesar di pasar modal dengan kapitalisasi pasar BRI mencapai Rp603,16 triliun.
Sebelumnya Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan rekor yang dicapai BRI merupakan bukti kepercayaan investor terhadap strategi perseroan dalam menghadapi pandemi yang saat ini masih terjadi.
“Saham BBRI yang menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa merupakan sinyal positif bahwa investor memberikan respon positif terhadap penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik oleh BRI. Sustainability itu dihargai lebih tinggi dari pada sekadar membukukan laba yang tinggi,” kata Sunarso dalam keterangan resminya, pada rekor sebelumnya. (*)
Poin Penting OJK masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar mekanisme pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek… Read More
Poin Penting Kadin Indonesia mendorong integrasi Asia Pasifik melalui ABAC Meeting I 2026 untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Maybank AM meluncurkan tiga reksa dana baru—MYMONEY, MYGNETS, dan MYHIDIV—untuk memperluas pilihan investasi… Read More
Poin Penting BTN catat laba konsolidasian Rp3,5 triliun pada 2025, naik 16,4 persen yoy, didorong… Read More
Poin Penting BEI menaikkan porsi saham free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, dengan… Read More
Poin Penting Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026–2031 oleh MA, menggantikan… Read More