Poin Penting
Jakarta – Platform investasi digital Ajaib mencatat pertumbuhan signifikan dengan jumlah pengguna yang telah menembus lebih dari 7 juta investor. Di tengah pesatnya perkembangan investasi digital di Indonesia, Ajaib menegaskan bahwa kepercayaan, transparansi, dan keamanan sistem menjadi fondasi utama dalam mengembangkan layanan bagi para investor.
Vice President of Product Design and Brand Experience Ajaib, Michael Lim, mengatakan perusahaan terus berupaya menghadirkan pengalaman investasi yang berorientasi pada kepercayaan pengguna seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi digital.
“Fokus kami bukan hanya untuk growth dan tumbuh, jadi fase berikutnya adalah untuk bangun kepercayaan, terus membangun kepercayaan. Prioritas kami adalah keamanan, transparansi, dan perlindungan investasi,” ujar Michael dalam pemaparannya kepada media, Kamis, 12 Maret 2026.
Baca juga: RUPST BCA Tetapkan Susunan Direksi Baru, David Formula Masuk Jajaran Direktur
Menurut Michael, pertumbuhan investor di Indonesia masih sangat besar karena didukung oleh struktur demografi yang didominasi usia produktif. Ia menyebutkan mayoritas pengguna Ajaib berada pada rentang usia 25 hingga 40 tahun, yang merupakan kelompok investor aktif.
“Alhamdulillah kita masih jadi aplikasi yang terus dipercaya. Kepercayaan tidak pernah berhenti semenjak 2019 kita mulai hadir,” kata Michael.
Ia juga mengungkapkan bahwa Ajaib saat ini telah melampaui 7 juta pengguna, dan jumlahnya terus bertambah setiap hari. Sebagian besar investor ritel bahkan menjadikan platform tersebut sebagai aplikasi investasi pertama mereka.
“Animo sangat besar dan mayoritas retail mungkin masih percaya Ajaib sebagai platform investasi pertama mereka,” ujarnya.
Ke depan, Ajaib juga menargetkan dapat berkontribusi terhadap ambisi nasional dalam meningkatkan jumlah investor domestik hingga 40 juta investor aktif pada 2045, sejalan dengan visi Indonesia Emas.
Untuk menjaga keamanan transaksi investor, Ajaib memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan perlindungan terhadap potensi penipuan atau fraud yang marak terjadi di sektor digital.
Menurut Michael, penggunaan AI memungkinkan perusahaan melakukan deteksi fraud secara lebih cepat dan akurat, sekaligus menjaga keamanan akun investor.
“Kami ingin selalu memastikan bahwa platform yang aman, konsumen selalu terlindungi,” katanya.
Selain itu, sistem keamanan Ajaib juga diperkuat dengan sertifikasi standar internasional seperti ISO 27001, serta audit keamanan yang dilakukan secara berkala. Platform ini juga mengupayakan tingkat uptime sistem hingga 99 persen agar layanan tetap stabil saat digunakan investor.
Dalam pengembangan produk, Ajaib menerapkan tiga prinsip utama agar layanan investasi tetap transparan dan mudah digunakan oleh investor, khususnya pemula.
Pertama adalah transparency by design, yakni memastikan seluruh fitur investasi dapat diakses dengan jelas oleh pengguna.
Kedua, safeguarding interface, yaitu merancang tampilan aplikasi yang membantu investor menghindari kesalahan transaksi yang tidak disengaja.
Ketiga, education embedded in journey, yakni menanamkan edukasi investasi secara langsung dalam perjalanan pengguna saat menggunakan aplikasi.
“Sebagian besar user kami adalah konsumen yang baru pertama kali punya akun investasi. Jadi salah satu tugas kami adalah memastikan proses edukasinya bisa berjalan sambil mereka melakukan investasi,” jelas Michael.
Baca juga: Penerimaan Pajak Februari 2026 Tumbuh 30,4 Persen Jadi Rp245,1 Triliun
President Director Ajaib, Juliana menegaskan bahwa transparansi menjadi prinsip penting perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kasus yang sempat menjadi perhatian publik tahun lalu.
Dia menyebut permasalahan tersebut telah diselesaikan, dan menjadi pembelajaran untuk memperkuat edukasi investor.
“Pembelajaran yang saya lihat di sini adalah lebih kepada bagaimana mengedukasi nasabah sehingga pemahaman nasabah tersebut sebenarnya sesuai dengan apa yang terjadi, sehingga tidak ada kesalahpahaman,” ujar Juliana pada kesempatan yang sama.
Dia mengatakan, perusahaan menilai literasi keuangan dan perkembangan teknologi harus berjalan beriringan untuk meminimalkan risiko kesalahpahaman maupun potensi fraud di industri investasi digital. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Menkeu Purbaya menilai investigasi perdagangan AS terhadap Indonesia merupakan hal biasa dalam dinamika… Read More
Poin Penting Pengamat menilai ketahanan energi Indonesia cukup kuat menghadapi gejolak geopolitik di Timur Tengah.… Read More
Poin Penting Minat masyarakat terhadap investasi emas meningkat dan turut mendorong pertumbuhan bisnis Unit Usaha… Read More
Poin Penting Purbaya menyatakan pemerintah masih mengkaji kemungkinan pelebaran defisit APBN di atas 3 persen… Read More
Poin Penting Utang baru Rp185,3 triliun telah ditarik pemerintah hingga Februari 2026, setara 22,3 persen… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menilai pelemahan rupiah minim dampak ke neraca bank, PDN hanya… Read More