IST Tawarkan Solusi Perangkat Lunak untuk Industri Keuangan

IST Tawarkan Solusi Perangkat Lunak untuk Industri Keuangan

Jakarta – Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi juga ikut berkembang. Di saat yang bersamaan, penetrasi pengguna internet di Indonesia juga terus meningkat. Hal ini tentunya mendorong munculnya inovasi-inovasi baru yang memudahkan kita dalam melakukan aktivitas sehari-hari hanya melalui gawai atau smartphone yang tersambung dengan internet.

Keterjangkauan teknologi dan aksesibilitas ini juga berpengaruh besar terhadap industri perbankan di dalam negeri.

Preferensi nasabah akan produk dan layanan perbankan saat ini tidak lagi hanya terpaku pada kehadiran kantor cabang semata. Lebih jauh, bank-bank di masa sekarang dituntut harus inovatif dalam menciptakan produk dan layanan yang sejalan dengan kemajuan teknologi, salah satunya dengan digital banking.

Digital banking sendiri merupakan layanan perbankan yang memungkinkan nasabah melakukan seluruh kegiatan transaksi melalui gawai atau smartphone, mulai dari pembukaan rekening dan lain sebagainya. Digital banking dianggap sebagai cara baru dalam melakukan transaksi perbankan, terutama berkat potensinya dalam hal menghemat biaya.

Setidaknya bank-bank melihat bahwa hal tersebut bukan hanya sekedar mendigitalisasi produk yang sudah ada, tapi merubah pola pikir dan solusi menjadi digital sesuai perilaku dan kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan bank konvensional dalam beberapa tahun belakangan ini memang telah didukung dengan penerapan teknologi seperti penggunaan layanan mobile banking dan internet banking yang membuat proses transaksi nasabah menjadi semakin efisien.

Perlahan, digital banking mulai menggeser transaksi perbankan melalui kantor cabang dan anjungan tunai mandiri (ATM). Merujuk data Institute for Development Economy and Finance (INDEF) mengutip riset DBS Bank, sebanyak 41% frekuensi transaksi perbankan yang terjadi di 2018 adalah transaksi mobile banking. Sedangkan ATM sebesar 37%, sementara untuk transaksi melalui kantor cabang bank di 2018 hanya 4%.

Di sisi lain, persaingan bisnis layanan keuangan digital di Indonesia kini bukan hanya persaingan antar bank semata. Lebih jauh, saat ini sudah marak bermunculan perusahaan-perusahaan financial technology (fintech) yang juga memberikan layanan finansial kepada masyarakat dengan proses yang mudah, cepat, dan tanpa harus melakukan pertemuan tatap muka.

Oleh karena itu, agar bank dapat terus bersaing, dibutuhkan layanan digital yang mumpuni. Di balik itu semua, tentu peran penting dari perusahaan penyedia jasa teknologi informasi atau information technology (IT) sangat dibutuhkan untuk mendukungnya.

Salah satunya adalah PT. Infosys Solusi Terpadu (IST). Berdiri sejak tahun 2006, perusahaan IT lokal ini telah membuat aplikasi mobile untuk beberapa bank besar seperti BRIMO milik Bank Rakyat Indonesia (BRI), Octo Mobile milik Bank CIMB Niaga, dan PermataMobile X kepunyaan Bank Permata.

Fokus utama IST adalah memberikan solusi perangkat lunak bagi industri jasa keuangan Indonesia. Perusahaan IT ini menyediakan solusi perangkat lunak yang berasal dari satu atau beberapa produk perangkat lunak dan mengintegrasikannya dengan sistem lainnya.

Selain itu, IST juga menyediakan solusi platform mobilitas untuk memenuhi kebutuhan transformasi dan konektivitas digital di berbagai industri. Untuk informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan yang disediakan IST, dapat mengunjungi website http://www.ist.id.

Bank Aceh Gandeng IST Luncurkan Digital Banking

Di masa yang tidak menentu seperti sekarang, ditambah belum usainya pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19), berdampak pada layanan perbankan konvensional. Terlebih, bagi bank-bank daerah yang belum memiliki layanan digital banking. Di satu sisi nasabah harus melakukan transaksi secara konvensional, di sisi lainnya diterapkan pembatasan sosial. Tentu hal ini akan menyulitkan nasabah.

Namun begitu, berita menggembirakan muncul dari Bank Aceh. Beberapa waktu lalu, bank kebanggaan warga Aceh ini telah resmi meluncurkan layanan mobile banking-nya dengan nama Action. Lahirnya layanan digital ini tidak lepas dari kerja sama dengan IST, dalam upaya transformasi digital banking Bank Aceh untuk menjawab salah satu layanan kebutuhan perbankan di Aceh. Action dibangun menggunakan FusionClick, yang merupakan digital banking platform swakarya IST, dan saat ini telah tersedia di Google Playstore untuk Android dan App Store untuk iOS.

Direktur Utama Bank Aceh Haizir Sulaiman mengatakan, bahwa Bank Aceh terus meningkatkan pengembangan sistem IT yang handal dan responsif. Selain itu, juga berinovasi dan mengembangkan produk pembiayaan dan dana dengan beberapa strategi yang dilakukan antara lain penguatan infrastruktur pendukung IT yang berbasis digital, melakukan evaluasi dan upgrade untuk teknologi digital banking.

“Kemudian, pengembangan organisasi IT Bank Aceh yang disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan bisnis bank, penerbitan produk baru seperti debit card, e-money, mobile banking, dan internet banking untuk memenuhi kebutuhan nasabah,” tegasnya.

Haizir menyebutkan, hingga saat ini aplikasi Action sudah di unduh sebanyak 12.137 kali di Playstore, dan 2.040 kali di Appstore. Sementara, penggunanya sendiri di platform Android sebanyak 5.901 pengguna, dan di iOS sebanyak 1.388 pengguna, dengan total transaksi harian tertinggu mencapai Rp4,03 miliar.

“Aplikasi mobile banking Action berbasis online, real time, dan dapat memperluas jaringan pelayanan. Sehingga, ke depan masyarakat tidak perlu lagi ke bank untuk melakukan transaksi dan dapat melakukan pembayaran tanpa uang tunai (cashless payment),” katanya.

Mobile banking Action memiliki sejumlah fitur untuk layanan non-transaksional, mulai dari layanan cek saldo, mutasi rekening, mini statement (5 transaksi terakhir), histori transaksi, dan layanan islami berupa jadwal sholat dan arah kiblat.

Di samping sederet fitur non-transaksional, mobile banking Action juga memilki layanan transaksional yang cukup lengkap. Di mana, layanan transaksional yang ada di mobile banking ini terbagi menjadi transfer (antar bank online, antar rekening Bank Aceh, transfer via QR antar rekening Bank Aceh), pembayaran (zakat, infaq, E-setor, Samsat Aceh, pendidikan, telepon pasca bayar, dan TV berlangganan), dan pembelian (pulsa).

Sebagai upaya untuk terus meningkatkan layanan terhadap nasabah Bank Aceh, selanjutnya mobile banking Action akan menambahkan fitur pembayaran dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard(QRIS). Seperti diketahui, fitur ini memiliki kelebihan dan kemudahan bagi nasabah, antara lain, tidak lagi dibutuhkannya uang tunai, serta nasabah hanya perlu memindai QR code untuk melakukan pembayaran. Penambahan fitur QRIS ini juga sebagai langkah Bank Aceh mendukung upaya pemerintah dalam mendorong transaksi non tunai di Indonesia, khususnya di Aceh.

Ke depannya, Bank Aceh dan IST telah sepakat untuk terus menjalin kerja sama dalam mengembangkan mobile banking Action ini. Tujuannya, adalah untuk meningkatkan layanan digital banking agar dapat terus berkembang, yang manfaatnya nanti dapat dirasakan oleh seluruh nasabah dalam memenuhi kebutuhannya. Selain itu, juga dapat meningkatkan perkembangan bisnis dari Bank Aceh. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.