Komisaris Utama SIG, Sigit Widyawan (tengah) dan Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra (kanan) mengaplikasikan bata interlock presisi di Pabrik Indarung PT Semen Padang, Sumatra Barat, pada Kamis (12/2/2026).
Poin Penting
Jakarta — Pemulihan kawasan terdampak banjir di Kota Padang, Sumatra Barat, mulai memasuki fase pembangunan hunian tetap (huntap). Berbeda dari pola konstruksi konvensional, proyek ini mengandalkan teknologi bata interlock presisi yang diklaim mampu mempercepat waktu pembangunan sekaligus meningkatkan ketahanan bangunan.
Sebanyak 36.000 bata interlock presisi dikirimkan secara bertahap oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) untuk mendukung pembangunan rumah bagi warga di Kampung Talang, Kecamatan Pauh. Kawasan tersebut terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan dalam situasi pascabencana, masyarakat membutuhkan hunian yang aman dan layak dalam waktu yang cepat. Bata interlock presisi merupakan solusi konstruksi yang presisi, kuat, dan mempercepat proses pembangunan huntap.
Baca juga: BNI Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Banjir Bandang di Padang dan Sibolga
“Ini adalah bentuk nyata peran SIG dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak,” ujar Vita Mahreyni, dikutip Senin, 23 Februari 2026.
Diketahui, bata interlock presisi dirancang dengan sistem saling mengunci, sehingga pemasangannya lebih cepat dibanding bata konvensional yang membutuhkan banyak perekat dan proses plesteran tambahan. Model ini juga meminimalkan kesalahan pemasangan dan meningkatkan kerapian struktur.
Untuk rumah tipe 36, kapasitas produksi yang disiapkan melalui PT Semen Padang mampu mendukung pembangunan hingga 120 unit per bulan. Skema ini dinilai penting untuk mengejar kebutuhan hunian tetap bagi warga terdampak.
Baca juga: 3.000 Rumah Terdampak Banjir, BTN Percepat Penyaluran Bantuan dan Relaksasi Kredit
Pengiriman perdana dilepas dari Pabrik Indarung PT Semen Padang pada 12 Februari 2026 oleh jajaran direksi dan komisaris SIG.
Teknologi bata interlock presisi sebelumnya telah diterapkan pada proyek percontohan, termasuk rumah tipe 36 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu, rumah contoh tipe 36 dan tipe 57 juga dibangun di Bambu Apus, Jakarta Timur.
Dari hasil uji coba tersebut, metode ini menunjukkan efisiensi waktu konstruksi serta kualitas struktur yang dinilai optimal untuk hunian skala kecil hingga menengah.
Pembangunan huntap di Kampung Talang turut melibatkan kolaborasi dunia usaha melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumatra Barat dan Kadin Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi hunian sekaligus menjaga keberlanjutan program.
Selain aspek kecepatan, SIG juga menekankan penggunaan semen hijau dengan emisi karbon lebih rendah dibanding semen konvensional. Produk tersebut memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 90 persen, sehingga mendukung industri nasional.
“Sehingga dengan menggunakan semen hijau SIG, berarti ikut berpartisipasi dalam upaya menurunkan emisi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan di sisi lain mendukung kemajuan industri dalam negeri,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More
Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More
Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More
Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More
Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More
Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More