Teknologi AI Diklaim Mampu Tekan Biaya Pelaporan Keberlanjutan Emiten

Jakarta – PT IDX Solusi Teknologi Informasi (IDXSTI) bersama PT Datawave Korpora Indonesia resmi meluncurkan layanan inovatif berbasis kecerdasan buatan, yakni Reporthink.AI.

Teknologi tersebut menawarkan solusi praktis untuk menyusun penerapan Keuangan Berkelanjutan atau Sustainibility Report (SR) bagi para emiten secara efisien, akurat, dan sesuai standar internasional maupun lokal.

Tidak hanya itu, CEO Reporthink.AI, Ilham Akbar, mengatakan bahwa, Reporthink.AI menjadi sebuah solusi bagi para emiten yang mengalami tantangan dari sisi biaya, di mana penyusunan SR dengan Artificial Intelligence (AI) menawarkan biaya yang cukup efisien.

Baca juga: IDXSTI Luncurkan Reporthink.AI, Solusi Pelaporan Keberlanjutan Emiten

“Jadi, memang kalau misalkan menggunakan sustainability reporting ini kita bisa bilang ini kan harganya di bawah standar market price ya, yang start dari Rp200 juta paling murah. Nah ini kita offering itu tuh ada di harga Rp40 juta,” ucap Ilham dalam paparannya di Jakarta, 18 November 2024.

Di sisi lain, menurutnya dengan sustainability reporting ini juga akan memudahkan tim dari pada emiten-emiten untuk lebih produktif terhadap pekerjaannya tanpa terlibat dalam penyusunan laporan keuangan berkelanjutan.

“Jadi, biasanya itu tuh ada perusahaan-perusahaan yang menunjuk PIC. Jadi, ada PIC atau membuat departemen khusus gitu ya untuk pembuatan laporan keberlanjutan ini tapi pada akhirnya untuk penulisannya tetap membutuhkan pihak ketiga juga gitu. Namun, dengan adanya SR tim tetap bisa produktif, fokus mengerjakan pekerjanya mereka gitu,” imbuhnya.

Ilham menargetkan berdasarkan kerja sama tersebut Reporthink.AI mampu membantu sebanyak 10 persen dari jumlah 934 emiten yang tercatat di BEI per 19 Juli 2024 untuk menyusun sustainability reporting.

Baca juga: Jadi Konstituen Indeks MSCI ESG Indonesia, Skor ESG BBNI Masuk 5 Terbaik

Sebagai informasi, Reporthink.AI pun menjadi solusi ideal bagi perusahaan besar maupun kecil yang ingin memenuhi kewajiban pelaporan tanpa repot. Pembuatan pelaporan menjadi lebih efisien dan terjangkau, sehingga perusahaan dapat fokus pada strategi bisnis tanpa terbebani proses pelaporan.

Dengan biaya yang kompetitif dan teknologi canggih, layanan ini diharapkan dapat membantu Emiten di Pasar Modal Indonesia, baik perusahaan besar maupun kecil, untuk memenuhi kewajiban pelaporan keberlanjutan dengan lebih mudah. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

2 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

3 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

3 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

7 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

16 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

17 hours ago