Kembangkan Bisnis Syariah, Bukopin Syariah Siap Divestasi
Jakarta – Eko Rachmansyah Gindo resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk, menggantikan Glen Glenardi yang mengundurkan diri. Eko Gindo yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Perencanaan di Bank Bukopin diharapkan dapat memperbaiki kinerja perseroan baik dari sisi kredit bermasalah (NPL) maupun laba perusahaan.
Sebagai informasi, kredit bermasalah Bank Bukopin sampai dengan September 2017 tercatat 4,87 persen (gross) atau meningkat dibanding September 2016 yakni 3,37 persen. Sedangkan dari sisi laba sebelum pajak (bank only) Bukopin tercatat tumbuh negatif 25,18 persen dari Rp1,05 triliun pada September 2016 menjadi Rp782,46 miliar di September 2017.
Eko Gindo mengaku, bahwa pihaknya sudah menyiapkan langkah strategis untuk dapat menekan tingkat NPL yang hampir menyentuh angka 5 persen tersebut. Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), kata dia, perseroan menargetkan NPL dapat ditekan di bawah 3,5 persen hingga akhir 2018. Target NPL ini masih sama dengan target NPL pada tahun lalu.
Tingkat NPL yang tercatat 4,87 persen di September 2017 itu masih dominan disumbang oleh sektor tambang batu bara. Namun demikian, kata dia, ada beberapa strategi untuk menurunkan kredit bermasalah di sektor batubara, sehingga nantinya akan menekan NPL perseroan di 2018. Dirinya mengaku, pihaknya berniat akan menjual aset bermasalah di sektor batu bara.
“Kita sudah mulai produksi, kan ada dua batubara, yang satu sudah dijual (alat-alat tambang), sudah lancar koleknya lancar, jadi gak NPL lagi sudah Rp250 miliar sisanya Rp700 miliar diharapkan tahun ini bisa diselesaikan, harus bertahap,” ujar Eko Gindo di Jakarta, Rabu, 10 Januari 2018.
Selain melakukan penjualan aset bermasalah, lanjut dia, perseroan juga akan melakukan berbagai upaya untuk menekan NPL. Salah satunya dengan melakukan restrukturisasi kredit sampai dengan melakukan penagihan terhadap debitur-debitur. “Itu dikombinasikan, secara sukarela kasih jaminannya itu dikombinasi, yang akan dilakukan selain tumbuh kredit yang kecil ritel tadi,” ucapnya.
Sementara itu, dari sisi kredit perseroan menargetkan dapat tumbuh kisaran 5 persen di 2018 atau masih sejalan dengan target pertumbuhan dana pihak ketiga (dpk) yang dipatok pada kisaran 5-7 persen. Diharapkan dengan pertumbuhan kredit dan dpk yang mengalami perbaikan tersebut akan ikut menopang laba perseroan hingga akhir tahun ini.
“Kredit tahun ini 5 persenn dana pihak ketiga 5-7 persen, target profitabiliti 20 persen. Dengan demikian ini menunjukan bahwa Bank Bukopin 2018 ini fokus pada perbaikan kualitas. tapi kita harap profit bisa diatas 20 persen,” tutupnya. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More