News Update

Tax Amnesty Dongkrak DPK Bank Tumbuh 8,40%

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) di sepanjang 2016 sebesar Rp4.734 triliun atau tumbuh 8,40% (yoy). Tingginya pertumbuhan DPK tersebut tidak terlepas dari program pengampunan pajak atau tax amnesty.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, pertumbuhan DPK yang mencapai 8,40% itu didominasi oleh tabungan yang tumbuh sebesar 12,49%, kemudian disusul giro sebesar 8,29% dan deposito 5,85%. Sehingga total DPK mencapai Rp4.734 triliun.

Menurut Muliaman, per September 2016, setidaknya ada 21 bank yang ditunjuk pemerintah sebagai gateway program tax amnesty. Dari 21 bank yang ditunjuk pemerintah tersebut telah mendorong DPK tumbuh hingga 8,40% menjadi Rp4.734 triliun di 2016 ini.

“Pertumbuhan DPK tumbuh cukup tinggi karena ada program tax amnesti. Jadi dia masukkan dana melalui bank-bank (gateway),” ujar Muliaman di Jakarta, Jumat, 30 Desember 2016.

Dengan kondisi tersebut, kredit perbankan hingga November 2016 tumbuh sebesar 8,46% (yoy) menjadi Rp4.285 triliun. Kredit rupiah mendominasi pertumbuhan kredit dengan pertumbuhan sebesar 9,41%, sedangkan kredit valas tumbuh sebesar 3,35%.

“Dirinci per jenis penggunaannya, kredit investasi tumbuh paling tinggi yakni sebesar 11,75%, kemudian diikuti dengan kredit konsumsi (7,39%) dan kredit modal kerja sebesar 7,34%,” ucap Muliaman.

Sementara dari sisi sektor usaha, empat sektor yang paling tinggi pertumbuhan kreditnya adalah sektor listrik sebesar 40,17% (yoy), sektor konstruksi 21,42% (yoy), sektor administrasi pemerintah 18,38% (yoy), dan sektor pertanian sebesar 16,67% (yoy). (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

17 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

17 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

22 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

22 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

1 day ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

1 day ago