Ketua Umum IICD dan Indonesian Institute for Public Governance (IIPG) Rudiantara, dalam acara “The 16th IICD Corporate Governance Conference and Award : “ Building Resilience through Good Governance : Thriving in Turbulent Times ”, Selasa (16/9).
Jakarta – Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) menegaskan pentingnya praktik tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) untuk memperkuat ketahanan bisnis di tengah dinamika global.
“Ketahanan suatu perusahaan dapat tercipta jika didasari oleh governansi yang kuat,” kata Ketua Umum IICD dan Indonesian Institute for Public Governance (IIPG), Rudiantara, dalam acara The 16th IICD Corporate Governance Conference and Award: Building Resilience through Good Governance: Thriving in Turbulent Times, Senin, 15 September 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Rudiantara juga meresmikan program IICD Membership, sebuah platform eksklusif yang mempertemukan komisaris, direksi, dan perusahaan untuk membangun komunitas tata kelola yang kolaboratif dan berdampak.
Baca juga: KrediOne Ajak Pelaku Industri Pindar Perkuat Tata Kelola
Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nailin Nimah menuturkan, ketangguhan perusahaan hanya bisa dibangun di atas fundamental tata kelola yang kuat.
“Tata kelola yang baik merupakan fondasi bagi perusahaan untuk tumbuh berkelanjutan dan memiliki ketahanan daya saing di tengah pertumbuhan ekonomi yang dinamis,” ujarnya.
Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi sumber daya strategis sekaligus kompas perusahaan menuju praktik etis, transparansi, dan akuntabilitas. Hal ini akan menumbuhkan kepercayaan investor, karyawan, regulator, maupun masyarakat.
“Dengan kepercayaan, perusahaan tentunya mampu bertahan, beradaptasi, berkembang, dan terus berinovasi,” imbuhnya.
Baca juga: Urgensi Penerapan Teknologi oleh BPR dalam Peningkatan Tata Kelola
Dalam kesempatan sama, ekonom sekaligus Wakil Presiden ke-11 RI Boediono menyatakan kerja sama antara IICD dan pelaku usaha perlu ditingkatkan demi kepentingan bersama.
“Institusi yang membuat bangsa ini menjadi suatu bangsa yang maju, di dalam institusi ada dua hal komponen utama yaitu aturan main dan orang yang melaksanakannya. Di sinilah governansi sangat penting,” ujar Boediono.
Sementara itu, dalam acara tersebut IICD juga memberikan penghargaan kepada perusahaan dengan praktik GCG terbaik untuk kategori BigCap dan MidCap. Ada 10 kategori penghargaan, mulai dari Leadership in Corporate Governance, Best Overall, Best Financial Sector, Best Non-Financial Sector, hingga The Most Improved.
Penilaian dilakukan terhadap 200 perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), menggunakan metode ASEAN CG Scorecard 2023, dengan dukungan lima asesor independen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More
Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More
Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting Visa mencatat penyebutan “AI Agent” meningkat 477 persen, menandai masifnya pemanfaatan AI dalam… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More