Ilustrasi petugas teknik PLN melakukan penambahan daya listrik rumah milik pelanggan
Poin Penting
Jakarta – Pemerintah memastikan tarif listrik PLN untuk periode 30 Maret–5 April 2026 tidak mengalami perubahan. Kebijakan ini merupakan bagian dari penetapan tarif listrik triwulan II 2026 (April–Juni) yang berlaku bagi seluruh pelanggan, baik subsidi maupun nonsubsidi.
Penyesuaian tarif listrik PLN dilakukan setiap tiga bulan. Untuk periode April–Juni 2026, tarif bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi masih mengacu pada ketentuan sebelumnya tanpa kenaikan.
Selain pelanggan nonsubsidi, sebanyak 24 golongan pelanggan bersubsidi—mulai dari sektor sosial, rumah tangga miskin, bisnis kecil, hingga UMKM—tetap menikmati tarif listrik tanpa perubahan.
Kebijakan tarif listrik PLN ini mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik (Tariff Adjustment).
Penetapan tarif untuk pelanggan nonsubsidi mempertimbangkan indikator ekonomi makro, seperti nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA).
“Masyarakat tidak perlu cemas, karena tarif listrik periode triwulan II-2026 tetap. Penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat jelang Idulfitri, setelah dilakukan perhitungan terhadap berbagai parameter ekonomi makro,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno, dikutip Antara.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara efisien untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Baca juga: Jika NPL Itu Tindak Pidana, Tutup Saja Banknya, Pak Presiden
Berikut rincian tarif listrik PLN terbaru:
1. Tarif listrik subsidi rumah tangga
2. Tarif listrik rumah tangga nonsubsidi
3. Tarif listrik keperluan bisnis
4. Tarif listrik keperluan industri
5. Tarif listrik fasilitas publik dan penerangan jalan
6. Tarif listrik pelayanan sosial
Baca juga: PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
Dengan tetapnya tarif listrik PLN, pemerintah menekankan pentingnya efisiensi konsumsi listrik di tengah dinamika ekonomi global dan energi. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More
Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More
Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More
Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More
Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More
Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More