Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump (foto: Istimewa)
Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana memberlakukan tarif impor terhadap Kanada dan Meksiko mulai Selasa, 4 Maret 2025. Kebijakan ini mengikuti penerapan tarif universal sebesar 10 persen yang sebelumnya dikenakan pada impor dari China.
Rencananya, Trump akan mengenakan tarif impor sebesar 25 persen untuk produk dari Meksiko, sementara Kanada akan dikenakan tarif lebih rendah, yakni 10 persen, terutama untuk produk seperti minyak dan listrik.
Kebijakan itu diduga berkaitan dengan upaya AS dalam menekan perdagangan narkoba dan mengendalikan imigrasi dari kedua negara.
Dalam berbagai kesempatan, Trump menegaskan bahwa obat-obatan terlarang seperti fentanil diselundupkan ke AS. Ia berpendapat bahwa penerapan pajak impor akan memaksa negara-negara tersebut untuk lebih serius dalam memberantas penyelundupan.
Baca juga: Rupiah Berpeluang Menguat setelah Dolar AS Tergelincir
Kanada sendiri telah membentuk badan khusus untuk memberantas fentanil, sementara Meksiko telah mengerahkan 10.000 anggota Pasukan Garda Nasional ke perbatasan AS.
Menanggapi kebijakan tarif impor Trump, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menegaskan bahwa pihaknya telah menginvestasikan lebih dari 1 miliar dolar Kanada untuk meningkatkan keamanan perbatasan.
“Krisis fentanil yang mereka hadapi di Amerika Serikat, juga kami hadapi di Kanada. Dan selama berbulan-bulan, saya telah menekankan bahwa kurang dari 1 persen fentanil yang masuk ke Amerika Serikat berasal dari Kanada. Tetapi kita tahu bahwa bahkan 1 persen atau kurang dari 1 persen itu pun harus dikurangi,” ujarnya, dikutip VOA Indonesia, Jumat, 28 Februari 2025.
Baca juga: Rupiah Berpotensi Tertekan terhadap Dolar AS Imbas The Fed Isyaratkan Tahan Suku Bunga
Trudeau menambahkan, Kanada akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghindari pengenaan tarif dari AS.
“Tetapi jika ada pemberlakuan tarif yang tidak dapat dibenarkan terhadap Kanada, maka kami akan segera menanggapinya dengan sangat kuat, sebagaimana yang diharapkan oleh warga Kanada,” tambahnya.
Kebijakan peningkatan tarif impor AS ini telah menimbulkan kekhawatiran di pasar global. Konsumen mulai waspada terhadap kemungkinan lonjakan inflasi, sementara sektor otomotif diperkirakan akan mengalami dampak negatif akibat kenaikan tarif terhadap dua mitra dagang terbesar AS, yakni Kanada dan Meksiko.
Analis Kebijakan Perdagangan di American Action Forum, Jacob Jensen, memperkirakan bahwa tarif sebesar 25 persen terhadap Meksiko dan Kanada akan meningkatkan total beban pajak bagi masyarakat AS sebesar 120 miliar-225 miliar dolar AS per tahun.
“Tarif tambahan China dapat merugikan konsumen hingga USD25 miliar,” bebernya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group LIBUR Lebaran tahun ini mungkin terasa… Read More
Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More