Internasional

Tarif Baru Trump Diberlakukan, Pasar Saham AS Gonjang-Ganjing

Jakarta – Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberlakukan sanksi impor baru terhadap China, Meksiko, dan Kanada berdampak signifikan pada perdagangan saham AS. Pada penutupan perdagangan Senin, 3 Maret 2025, pasar saham AS menurun tajam.

Saham rata-rata industri Dow Jones tercatat turun 1,5 persen, sementara indeks S&P merosot 1,8 persen. Nasdaq menurun lebih tajam dengan penutupan turun 2,6 persen.

Di sisi lain, saham industri pertahanan Eropa justru melonjak. Hal ini dipicu oleh langkah Uni Eropa yang berupaya meningkatkan belanja militer untuk Ukraina.

Baca juga : Tarif Impor Baru Trump Ancam Ekonomi Kanada dan Meksiko

Adapun Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang mencerminkan tingkat kecemasan investor, melonjak ke level tertinggi sejak Desember 2024.

“Namun terlepas dari ketidakpastian tersebut, latar belakangnya tetap menguntungkan,” ujar Angelo Kourkafas dari perusahaan investasi Edward Jones kepada kantor berita AFP, dikutip, Selasa, 4 Maret 2025.

“Perdagangan pada Senin menjadi konsisten dengan gejolak yang telah kita lihat dalam tiga bulan terakhir di pasar keuangan,” tambahnya. 

Baca juga : Rupiah Diproyeksi Melemah Akibat Kebijakan Tarif Impor Trump

Sementara itu, pasar saham Asia menunjukkan pergerakan beragam. Sebagian besar bursa Asia menguat pada Senin, dengan investor mengamati potensi paket stimulus dari China sambil bersiap menghadapi dampak tarif AS.

Namun, indeks saham Hong Kong dan Shanghai mengalami penurunan menjelang pertemuan parlemen utama China yang dijadwalkan pada Rabu, 5 Maret 2025. Di sisi lain, bursa saham Tokyo justru mencatat kenaikan sebesar 1,7 persen.

Trump Naikkan Tarif Impor China

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump telah menandatangani instruksi presiden untuk menaikkan tarif impor terhadap China menjadi 20 persen. Langkah ini dilakukan tak lama setelah Trump menegaskan tidak akan mengubah rencana tarif 25 persen bagi Meksiko dan Kanada. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Menyoal Ide “Sesat” Penutupan Indomaret dan Alfamart

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group ENTAH ide dari mana datangnya, tidak… Read More

3 hours ago

Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenisasi Aset Global, Apa Saja?

Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More

7 hours ago

Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More

8 hours ago

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

10 hours ago

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

10 hours ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

11 hours ago