Tarif AS Tetap 32 Persen, BEI Sebut Tak Pengaruhi Pasar Saham

Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah mengumumkan ketetapan tarif untuk beberapa negara pada Senin, 7 Juli 2025. Tarif yang diberlakukan untuk Indonesia tetap sebesar 32 persen, tidak berubah dari ketetapan sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menuturkan bahwa ketetapan tarif AS tersebut tidak berdampak signifikan terhadap pasar saham Indonesia.

“Nah kalau tarif, hal yang sangat umum, kalau kita sudah melakukan survei, kami melakukan survei bahwa impact terhadap tarif tidak besar,” kata Nyoman kepada wartawan, di Jakarta, Selasa, 8 Juli 2025.

Baca juga: Pengumuman! RI Tetap Kena Tarif Trump 32 Persen, Berlaku 1 Agustus 2025

Menurut Nyoman, pengaruh kebijakan tarif akan sangat bergantung pada kontribusi perusahaan tercatat di BEI terhadap produk atau barang yang dikenakan tarif oleh AS.

Di sisi lain, AS juga tidak mengubah tarif untuk Thailand yang tetap di angka 36 persen. Sementara itu, tarif untuk Malaysia naik menjadi 25 persen.

Adapun Laos dan Myanmar mengalami penurunan tarif masing-masing 40 persen. Sedangkan Kamboja turun menjadi 36 persen.

Meski demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Selasa, 8 Juli 2025, ditutup berbalik menghijau ke posisi 6.904,39 dari dibuka di level 6.900,93 atau naik 0,05 persen.

Baca juga: IHSG Ditutup di Zona Hijau, Nilai Transaksi Tembus Rp11,16 Triliun

Sebanyak 308 saham terkoreksi, 276 saham menguat, dan 209 tetap tidak berubah. Sebanyak 16,36 miliar saham diperdagangkan dengan 1,08 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp11,16 triliun.

Adapun mayoritas indeks dalam negeri mengalami pelemahan, dengan IDX30 turun 0,70 persen menjadi 392,99, LQ45 merosot 0,67 persen menjadi 762,36, dan Sri-Kehati melemah 0,43 persen menjadi 347,64. Sedangkan, JII naik 0,30 persen menjadi 494,32. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

9 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

9 hours ago

BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas

Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More

9 hours ago

Bos Danantara Bantah Isu Perombakan Direksi Himbara

Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More

14 hours ago

Purbaya Yakin IHSG Senin Pekan Depan Dibuka Tanpa Gejolak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More

15 hours ago

OJK–BEI Siap Berunding dengan MSCI Senin (2/2), Transparansi Free Float Jadi Fokus

Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More

15 hours ago