Ilustrasi: BSU tahap I untuk para pekerja cair hari ini, 24 Juni 2025. (Foto: istimewa)
Jakarta – Otoritas Keuangan telah merevisi pertumbuhan angka penyaluran kredit hingga akhir tahun dari semula pada angka 13% menjadi 11%.
Meski telah direvisi, namun Ketua Otoritas Keuangan, Wimboh Santoso mengaku masih pesimis target tersebut akan dapat diraih bila melihat hingga periode September tahun ini, angka penyaluran kredit baru tumbuh sebesar 7,8%.
“Kalau kita lihat pertumbuhan kredit sampai hari ini secara year on year (yoy) sudah 7,8%. Akhir tahun kelihatannya ini memang agak berat kita perkirakan tercapai sekitar 10%,” ungkap Wimboh pada Konferensi Pers KSSK di Kantor Direktorat Jendral Pajak (DJP), Jakarta,Selasa 31 Oktober 2017.
Dirinya juga menilai, sulitnya meningkatkan angka pertumbuhan kredit tersebut karena proses restrukturisasi di beberapa bank untuk kategori kredit komersial atau modal kerja.
“Para debitur mayoritas berasal dari pengusaha yang bergerak di lini bisnis pertambangan dan kelapa sawit (CPO). Mereka mengalami kesulitan cash flow ketika harga komoditas tambang dan CPO mengalami penurunan tajam. Jadi debitur ini dalam proses restrukturisasi,” jelas Wimboh.
Walau sulit untuk meningkatkan angka pertumbuhan kredit, namun kondisi restrukturasi dinilai Wimboh cukup berimbas positif kepada rasio kredit bermasalah (NPL). Tercatat angka NPL sudah berada di kisaran 2,9% di bulan September lalu.
Poin Penting BI optimistis rupiah menguat secara fundamental, ditopang inflasi rendah, prospek pertumbuhan ekonomi membaik,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akan merombak pejabat Bea Cukai mulai besok dan Pajak pekan depan… Read More
Poin Penting Sinergi fiskal–moneter BI dan Kemenkeu berjalan solid melalui koordinasi intensif di KSSK bersama… Read More
Poin Penting LPS imbau bank patuhi TBP karena per Desember 2025 lebih dari 30 persen… Read More
Poin Penting Sari Yuliati resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Adies Kadir sisa… Read More
Poin Penting OJK menargetkan proses demutualisasi BEI rampung pada semester I 2026 untuk memperkuat tata… Read More