News Update

Target Setoran Dividen Bank BUMN di 2018 Naik Tipis

Jakarta – Pemerintah menargetkan setoran dividen Bank BUMN dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2018 sebesar Rp12,6 triliun atau naik tipis Rp100 miliar dari setoran dividen 2017 yang sebesar Rp12,5 triliun. Dividen ini merupakan hasil dari laba tahun berjalan Bank BUMN di 2017.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan BUMN Gatot Trihargo, di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu, 6 September 2017. “Sejak 2 tahun terakhir dikenai dividen, dividen dari laba tahun kemarin menyumbang Rp12,5 triliun atau 30 persen dari total dividen BUMN,” ujarnya.

Adapun dividen bank BUMN tersebut berasal dari empat bank yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Maryono menambahkan, dirinya optimistis target setoran dividen tersebut bisa terwujud.

“Saya kira sudah kita setujui sudah kita sepakati bawa Rp12,6 triliun itu untuk 4 (empat) bank. Artinya bahwa BUMN telah menunjukkan dan memperhatikan beberapa kepentingan perusahaan itu untuk berkembang,” ucap Maryono.

Dia mengungkapkan, setoran dividen Bank BUMN yang hanya naik tipis di 2018 ini, sejalan dengan banyaknya pertimbangan-pertimbangan yang sudah dilakukan oleh Bank BUMN. Salah satunya terkait dengan peningkatan modal dan pencadangan perbankan. Hal tersebut juga sesuai dengan arahan reguator yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Bahwa bank-bank ini masih membutuhkan modal, di mana dalam ketentuan OJK, dia mengembalikan suatu kembali kepada yang normal. Bank-Bank itukan melakukan ekspansi, na di dalam pembiayaan infrastruktur juga memerlukan modal,” tegasnya.

Melihat kondisi tersebut, kata dia, maka Bank-Bank BUMN melakukan pertimbangan-pertimbangan khusus dengan melakukan kajian ke Kementerian BUMN. Sehingga, setoran dividen Bank BUMN yang ditetapkan dalam RAPBN 2018 hanya naik tipis Rp100 miliar menjadi Rp12,6 triliun dibanding 2017 yang sebesar Rp12,5 triliun.

“Karena, kalau ini dinaikkan terlalu tinggi dividen rationya, maka ini akan bisa menghambat daipada ekspansi banknya. Di sisi lain, bank juga harus menaikkan daripada modal atau capital adequacy ratio (CAR) nya,” tutupnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

4 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

9 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

9 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

11 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

21 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

22 hours ago