Target Saham ERAA Diproyeksi Terkerek ke Rp670, Ini Katalis Pendorongnya

Jakarta – Prospek bisnis PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) terus menunjukkan penguatan. Dalam laporan terbarunya, UOB Kay Hian mempertahankan rekomendasi “BUY” atas saham ERAA dan menaikkan target harga dari Rp480 menjadi Rp670, mencerminkan potensi kenaikan sebesar (17,5 persen) dari harga Rp 570 pada perdagangan Jumat, 23 Mei 2025.

Pendorong utama optimisme ini berasal dari peluncuran iPhone 16 pada kuartal II 2025 yang diperkirakan akan menjadi katalis kinerja kuartalan. Sebagai perbandingan, peluncuran iPhone 15 pada kuartal IV 2023 sempat mendorong lonjakan pendapatan Erajaya sebesar 25 persen secara kuartalan.

“Peningkatan penjualan iPhone generasi terbaru diperkirakan akan memberikan dorongan signifikan terhadap kinerja pendapatan di paruh pertama 2025,” tulis analis UOB dalam laporannya.

Baca juga: Harga Saham TGUK ARA ke Posisi Rp137, Ada Apa?

Tidak hanya dari lini digital, Erajaya juga menunjukkan performa kuat dari lini non-iPhone, yang tumbuh 13 persen secara tahunan pada kuartal I 2025. Ekspansi ke segmen food & nourishment juga mencatat respons positif pasar, ditandai dengan tingginya trafik pengunjung ke gerai pertama Chagee pada April 2025.

Langkah diversifikasi ini diperkuat dengan masuknya ERAA ke industri kendaraan listrik melalui anak usaha PT Sinar Eka Selaras (ERAL), yang memegang 80 persen sahamnya. Pengiriman pertama mobil listrik XPENG di Indonesia ditargetkan pada kuartal III 2025. UOB memperkirakan penjualan XPENG bisa mencapai 1.000 unit pada tahun ini dan 1.200 unit pada 2026.

“Dengan ASP (average selling price) sekitar Rp 800 juta per unit, kami memperkirakan pendapatan dari bisnis EV bisa menyumbang Rp 800 miliar di 2025,” sebut laporan tersebut.

Secara fundamental, UOB Kay Hian memperkirakan laba bersih Erajaya tumbuh 11,5 persen menjadi Rp1,15 triliun di 2025. ERAA juga berencana membuka sekitar 330 gerai baru sepanjang tahun, mencerminkan strategi ekspansi yang tetap berhati-hati di tengah tantangan makroekonomi.

Dari sisi valuasi, saham ERAA saat ini diperdagangkan di PER 7,8 kali untuk 2025, relatif sejalan dengan rata-rata lima tahunnya (tidak termasuk periode pandemi). Dengan potensi rerating dari ekspansi non-digital dan penguatan margin, UOB menilai valuasi saat ini masih atraktif.

Kinerja kuartal I 2025 sendiri mencatat laba bersih Rp203 miliar, sejalan dengan proyeksi UOB (25 persen dari estimasi tahunan), namun di bawah ekspektasi konsensus. Penundaan peluncuran iPhone 16 menjadi salah satu faktor penyebab perlambatan tersebut.

Baca juga: Dana Asing Masuk Rp552,62 Miliar, Saham BBRI Paling Banyak Diborong

Dengan kombinasi antara strategi pertumbuhan, ekspansi sektor baru, dan valuasi yang menarik, ERAA dinilai memiliki potensi untuk melanjutkan fase pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri ritel dan teknologi.

Sebelumnya, Verdhana Sekuritas juga menilai saham ERAA memiliki potensi pertumbuhan yang kuat, terutama dari strategi penjualan dua seri iPhone sekaligus dan diversifikasi ke lini non-digital.

Sementara itu, Samuel Sekuritas memberikan rekomendasi teknikal “BUY”, mencermati pola rebound dari formasi double bottom dan momentum teknikal positif yang mendukung kelanjutan tren penguatan saham Erajaya. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Bukan Gaji, Ini 5 Faktor yang Bikin Pekerja Indonesia Paling Bahagia

Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More

7 mins ago

Gozco Capital Agresif Tambah Saham BBYB, Kepemilikan Jadi 10,53 Persen

Poin Penting PT Gozco Capital membeli 164 juta saham Bank Neo Commerce senilai Rp59,7 miliar,… Read More

36 mins ago

Bumi Serpong Damai (BSDE) Catat Prapenjualan Rp10,04 Triliun, Lampaui Target 2025

Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More

2 hours ago

Leadership is All About Getting Result

Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More

2 hours ago

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level 8.122

Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More

3 hours ago

Rupiah Hari Ini (4/2) Dibuka Melemah ke Level Rp16.762 per USD

Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More

3 hours ago