Perbankan

Target NIM Turun, Citibank: Bunga di Pasar Makin Bersaing

Jakarta – Citibank NA, Indonesia (Citibank) menargetkan rasio pendapatan bunga bersih atau net interest margin (NIM) di tahun ini sebesar 5,64 persen atau menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 6,36 persen.

Menurunnya target rasio NIM di tahun ini sejalan dengan bank-bank lainnya yang juga menurunkan rasio NIM nya agar bank tersebut juga lebih efisien. Terlebih, saat ini bank-bank juga sudah menurunkan suku bunganya baik deposito maupun kredit.

Menurut Chief Executive Officer Citibank NA, Indonesia Batara Sianturi, persaingan suku bunga antar bank yang terjadi saat ini mendorong Citibank untuk menurunkan target NIM ditahun ini menjadi sebesar 5,64 persen dari tahun sebelumnya 6,36 persen.

Baca juga: Citibank Catat Laba Bersih Rp2,51 Triliun di 2017

Margin (NIM) makin turun, Banyak bank yang menurunkan suku bunganya, jadi lebih kompetitif pasarnya. Market sekarang makin kompetitif,” ujar Batara di Jakarta, Senin, 26 Maret 2018.

Bank-bank yang sudah menurunkan suku bunganya baik deposito maupun kredit, kata dia, juga sejalan dengan keputusan BI yang sudah menurunkan bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebanyak 200 bps. Hingga kini, penurunan suku bunga bank masih berlanjut.

Bank Indonesia juga mencatat, transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial melalui jalur suku bunga terus berlangsung. Hal ini tercermin pada suku bunga kredit dan deposito yang terus mengalami penurunan.

Sejak awal periode pelonggaran kebijakan moneter hingga Januari 2018 yang sebesar 200 bps, suku bunga kredit dan deposito perbankan terus mengalami penurunan yang masing-masing tercatat sebesar 151 bps dan 196 bps. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

7 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

8 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

8 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

9 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

10 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

11 hours ago