Gedung BTN. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Prospek saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menguat setelah sejumlah sekuritas merevisi target harga menyusul kinerja keuangan 2025 yang melampaui ekspektasi.
Panin Sekuritas misalnya, menaikkan target harga saham BBTN dari Rp1.500 menjadi Rp1.800 per saham dengan rekomendasi beli.
Target tersebut berada di atas konsensus analis sebesar Rp1.755 dan merefleksikan price to book value (PBV) 0,7 kali untuk proyeksi 2026.
Baca juga: Genap Berusia 76 Tahun, BTN Bertansformasi Menjadi Bank yang Lebih Modern
Analis Panin Sekuritas Nico Laurens dalam risetnya, Rabu (11/2/2026), menyebutkan revisi tersebut didorong realisasi laba bersih BBTN tahun 2025 yang mencapai Rp3,5 triliun, atau setara 112,2 persen dari estimasi Panin dan 109,4 persen dari konsensus analis.
Kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi net interest margin (NIM) menjadi 4,2 persen, penurunan cost to income ratio (CIR), serta pertumbuhan kredit yang melampaui rata-rata industri.
“Kami melihat tren positif pertumbuhan laba bersih masih berlanjut, didorong ruang ekspansi NIM seiring tren penurunan cost of fund serta skema FLPP baru yang memiliki margin lebih tinggi,” tulis Nico, dikutip Jumat, 13 Februari 2026.
Selain itu, Panin menilai dukungan pemerintah terhadap kredit FLPP, ekspansi ke segmen high-yield, serta potensi penurunan cost of credit dan cost of fund menjadi katalis tambahan.
Inisiatif penguatan dana murah melalui aplikasi Bale dan perbaikan kualitas kredit juga dinilai menopang profitabilitas ke depan.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.500.
Analis Mandiri Sekuritas Bobby Kristanto Chandra dan Kresna Hutabara menyatakan target tersebut mengimplikasikan berlanjutnya perbaikan biaya dana pada Januari 2026.
Mandiri juga menilai dampak kredit akibat bencana alam di wilayah Sumatra bagian utara masih dalam batas yang dapat dikelola.
Baca juga: BTN Perkuat Bisnis Beyond Mortgage, Transaksi Bale by BTN Tembus Rp103 Triliun
Target harga tersebut turut mempertimbangkan proyeksi return on equity (ROE) BBTN pada kisaran low hingga mid dalam 2-3 tahun mendatang, ditopang perbaikan berkelanjutan pada cost of fund, cost of credit, dan efisiensi operasional.
Dalam strategi jangka panjang, BBTN memperluas diversifikasi bisnis. Selain memperkuat perbankan syariah melalui anak usaha PT Bank Syariah Nasional (BSN), perseroan menjajaki ekspansi ke sektor asuransi guna memperluas pendapatan berbasis non-bunga.
Dengan kombinasi pertumbuhan laba yang solid, perbaikan struktur pendanaan, serta dukungan kebijakan perumahan, prospek kinerja BBTN dinilai tetap atraktif di tengah dinamika industri perbankan nasional. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pasar properti masih dibayangi tekanan global dan domestik, mulai dari konflik geopolitik, inflasi,… Read More
Poin Penting Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, memproyeksikan pertumbuhan KPR 2026 di kisaran 8–11… Read More
Poin Penting Proyek WtE Danantara Indonesia diikuti 24 perusahaan internasional; pemenang diumumkan akhir Februari 2026… Read More
Poin Penting PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX) resmi mengantongi izin dari BI sebagai Penyelenggara Bursa… Read More
Poin Penting Kerugian penipuan digital capai Rp9,1 triliun, OJK mencatat lebih dari 411 ribu laporan… Read More
Poin Penting Wamenkeu Suahasil Nazara menekankan pentingnya penataan kawasan bantaran sungai di Surakarta demi menjamin… Read More