Jakarta – Direktur Utama dan Co-Founder perusahaan financial technology (fintech) pembiayaan properti Gradana Angela Oetama mengungkapkan, ada tiga tantangan yang akan dihadapi investor pada model investasi properti tradisional.
“Dengan investasi properti tradisional, biasanya modalnya butuh besar. Paling tidak, ia (investor) membutuhkan uang banyak untuk dijual kembali maupun disewakan,” ujar Angela Oetama di acara 3rd Indonesia Mortgage Forum 2019 yang diselenggarakan infobank dengan Indonesia Mortgage Bankers Association (IMBA) Perbanas di Hotel Shangrila Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019.
Ia menambahkan, tantangan kedua dari bisnis investasi properti tradisional yakni spekulatif. Maksudnya, pada saat investor membeli properti, tentu saja harapannya akan terjual dengan cepat. Namun jika pasar sedang tidak bagus, tentunya akan lama atau bahkan tidak terjual.
“Yang ketiga, walaupun sesuatu aset yang sangat secure (investasi properti tradisional) tapi ini mereka tidak legate. Dimana, sewaktu-waktu saya mau menjual sebagai investor, blm tentu ada pembelinya,” tambah Angela.
“Ini jg yg menjadikan traditional roperty investment itu maybe not as sexy,” tutupnya. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More