Jakarta – PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) atau Tanrise Property resmi melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi ini. Perusahaan melepas 1,5 miliar saham di harga penawaran Rp163 per saham.
Direktur Utama Jaya Sukses Makmur Sentosa, Belinda Natalia menyatakan, perusahaan akan meraih dana segar sekitar Rp240 miliar dari hasil IPO. Dana segar setelah dikurangi biaya emisi, perusahaan akan gunakan untuk penyelesaian 2 proyek highrise yaitu Voza Premium Office dan The 100 Residence.
“Rinciannya sebesar 53 persen dialokasikan untuk pengembangan proyek Voza milik anak usaha tak langsung, yakni PT Tanrise Indonesia dan sebesar 47 persen akan dialokasikan ke The 100 Residence milik anak usaha PT Rodeco Indonesia,” jelas Belinda, ditemui di BEI, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.
Baca juga: Masuk Bursa, Saham IPCC, BPTR dan RISE Melonjak Tajam
Demi mempermudah proses pelaksanaan IPO, perusahaan telah menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter).
Pada saat ini perusahaan telah memiliki berbagai properti unggulan dalam lini usaha high rise building residential dan hospitality. Proyek-proyek itu berada di kawasan-kawasan strategis sehingga memiliki nilai investasi yang tinggi dan menguntungkan.
“Sampai akhir tahun, kita mencatatkan aset sebesar Rp1,78 triliun,” tukas dia. (*)
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More