Moneter dan Fiskal

Tangkal Ketidakpastian Ekonomi Global, BI Siapkan 3 Pilar Ini

Jakarta – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung, menekankan pentingnya pilar kebijakan makroprudensial dalam melindungi sistem keuangan Indonesia dari ketidakpastian ekonomi global yang masih terjadi di tahun ini.

Ia tegaskan bahwa kebijakan BI dalam menghadapi kondisi ekonomi global saat ini akan difokuskan pada menjaga stabilitas makro ekonomi dan stabilitas sistem keuangan, dengan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Kebijakan makroprudensial sendiri adalah kebijakan BI yang ditetapkan dan dilaksanakan untuk mencegah dan mengurangi risiko sistemik, mendorong fungsi intermediasi yang seimbang dan berkualitas, meningkatkan efisiensi sistem keuangan dan akses keuangan dalam menjaga Stabilitas Sistem Keuangan (SSK), serta mendukung stabilitas moneter dan stabilitas sistem pembayaran.

Baca juga: Rilis Laporan LSPI Triwulan IV-2023, OJK Ingatkan Risiko Ini ke Perbankan

“Untuk itu, kebijakan moneter akan tetap diarahkan pada pro-stability, sedangkan kebijakan makroprudensial diarahkan pada pro-pertumbuhan ekonomi. Fokus pada kebijakan makroprudensial, ada tiga penekanan pada masing-masing pilar dari kebijakan makroprudensial BI saat ini,” tegas Juda pada sebuah acara seminar di Jakarta, Rabu, 27 Maret 2024.

Pertama ialah mendorong penyaluran kredit yang seimbang dan optimal. Untuk memperkuat penyaluran kredit dalam waktu dekat, ia katakan, pihaknya akan memperkuat implementasi Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan mengoptimalkan insentif likuiditas yang tersedia. Ia jelaskan, sampai saat ini, pihaknya masih memiliki potensi likuiditas lebih dari Rp100 triliun yang belum dimanfaatkan oleh bank untuk penyaluran kredit.

“Kami akan lihat sektor-sektor yang dapat mendorong pertumbuhan kredit produktif, sehingga insentif likuiditas yang diberikan BI benar-benar dimanfaatkan untuk mendorong perekonomian nasional,” ucapnya.

Selain itu, untuk memperkuat pengelolaan likuiditas bank di tengah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang belum terlalu kuat, pihaknya sedang menyusun kebijakan makroprudensial yang ditujukan untuk mengoptimalisasi non-traditional funding dengan tetap mengedepankan aspek prudensial yang memadai.

Baca juga: BI Beberkan 3 Ancaman Besar yang Dihadapi Sektor Keuangan RI 

Kedua, terkait keamanan siber, ia mengungkapkan jika BI saat ini sedang memfinalisasi kebijakan Ketahanan dan Keamanan Siber (KKS) yang memiliki sifat end to end, mulai dari tata kelola, langkah pencegahan, dan penanganan ketika terjadi insiden serangan siber. Hal itu juga mencakup mekanisme koordinasi antar otoritas dan industri, beserta monitoring dan pengawasannya.

“Ketiga, terkait dengan keuangan serta ekonomi yang inklusif dan hijau, dari pilar ini, Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang lebih ditujukan untuk keuangan inklusif, beserta Loan to Value (LTV), tetap kami arahkan untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor inklusif dan hijau, sehingga motif komersial dan keberlanjutan dari pembiayaan perbankan dapat terus kita jaga keseimbangannya,” tutupnya. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

4 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

4 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

6 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

16 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

16 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

19 hours ago