Perbankan

Tanggapan Permata Bank soal Pembagian Dividen Tahun Buku 2025

Poin Penting

  • Permata Bank mempertimbangkan dividen berkelanjutan dan penguatan modal sebagai prioritas utama.
  • Rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 33,5 persen per Juni 2025, namun besaran dividen 2025 belum diumumkan.
  • Dividen tahun buku 2024 naik menjadi Rp1,08 triliun atau Rp30 per saham, dari Rp25 per saham pada tahun sebelumnya.

Jakarta – PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank memberikan tanggapan terkait pembagian dividen untuk tahun buku 2025 yang akan dibagikan kepada pemegang saham.

Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, mengatakan bahwa terkait dengan pembagian dividen, Perseroan akan berfokus pada dua hal, yakni pembagian dividen yang berkelanjutan dan mendorong permodalan yang kuat.

“Untuk pembagian dividen tahun buku 2025, tentunya kami akan mengkonsider dua faktor utama itu, dan itu keputusan akan kami ambil pada waktunya,” ujar Rudy dalam Paparan Publik Insidentil di Jakarta, Senin, 6 Oktober 2025.

Baca juga: Usai RUPSLB, Permata Bank Tunjuk Ahmad Mikail Madjid Jadi Direktur

Meski demikian, Rudy belum merinci berapa besaran dividend payout ratio yang akan dibagikan kepada pemegang saham dari tahun buku 2025. Padahal rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Perseroan telah mencapai 33,5 persen per Juni 2025.

Adapun, pada tahun ini Permata Bank telah membagikan dividen senilai Rp1,08 triliun atau sebanyak Rp30 per lembar saham dari tahun buku 2024. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 April 2025.

Angka pembagian dividen pada tahun buku 2024 Permata Bank tersebut naik dari tahun 2023 yang membagikan dividen sebanyak Rp905 miliar yang mewakili Rp25 per saham.

Baca juga: Permata Bank Optimistis Kredit Mortgage Tetap Stabil hingga Akhir 2025

“Permata Bank senantiasa menjaga keseimbangan antara tingkat pengembalian yang stabil dan berkelanjutan bagi pemegang saham serta terus mengoptimalkan struktur permodalan yang diperlukan untuk tujuan pertumbuhan di masa yang akan datang,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Bumi Serpong Damai (BSDE) Catat Prapenjualan Rp10,04 Triliun, Lampaui Target 2025

Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More

51 mins ago

Leadership is All About Getting Result

Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More

1 hour ago

IHSG Pagi Ini Dibuka Melemah ke Level 8.122

Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More

2 hours ago

Rupiah Hari Ini (4/2) Dibuka Melemah ke Level Rp16.762 per USD

Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More

3 hours ago

Waspada! Visa Ungkap Penipuan Digital Berbasis AI Makin Masif

Poin Penting Visa mencatat penyebutan “AI Agent” meningkat 477 persen, menandai masifnya pemanfaatan AI dalam… Read More

3 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini: Antam Melesat, Galeri24-UBS Kompak Turun

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More

3 hours ago