Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar.
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan tanggapan terkait dengan kinerja keuangan bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di kuartal III 2025 yang tercatat masih tertekan, meski telah mendapat suntikan dana Rp200 triliun dari pemerintah.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, memandang kinerja Himbara dalam kondisi baik dengan peningkatan penyaluran kredit dan likuiditas yang terjaga, serta terbantu oleh penempatan dana Rp200 triliun yang diberikan pemerintah pada September yang lalu.
“Kenapa kami melihat kinerja dari bank Himbara baik karena dilihat dari segi penyaluran kredit adalah sebesar Rp3.649,3 triliun atau tumbuh 8,62 persen atau di atas penyaluran kredit untuk agregat seluruh perbankan yang adalah 7,7 persen,” ucap Mahendra dalam Konferensi Pers KSSK di Jakarta, 3 November 2025.
Baca juga: Bos OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan di Kuartal III 2025 Tetap Stabil, Ini Buktinya
Tidak hanya itu, kata Mahendra, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Himbara juga tumbuh 12,89 persen atau di atas pertumbuhan DPK secara agregat untuk perbankan yang tercatat 11,18 persen.
Lalu, untuk rasio AL DPK Himbara tercatat meningkat menjadi 21,2 persen dibandingkan pada Juni yang berda di level 20,7 persen. Secara agregat juga tinggi di level 29,3 persen.
“Peningkatan DPK akibat penempatan dana tadi sudah kami sampaikan juga dalam beberapa waktu lalu telah kepada Menteri Keuangan. Telah digunakan oleh bank dalam menjalankan fungsi intermediasinya dan penambahan likuiditas,” imbuhnya.
Diketahui, Himbara yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) telah melaporkan kinerja keuangannya di kuartal III 2025.
Baca juga: Adu Laba BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN di Kuartal III 2025, Siapa Paling Cuan?
Dari laporan keuangan yang telah dirilis, hanya BBTN yang mengalami pertumbuhan positif di kuartal III 2025 dengan berhasil meraup laba bersih Rp2,30 triliun atau tumbuh 10,6 persen yoy dari tahun sebelumnya Rp2,08 triliun.
Sedangkan laba BBRI terkoreksi 9,2 persen menjadi Rp41,23 triliun per September 2025. Kemudian, BMRI juga masih tertekan dengan mencatat laba Rp37,7 triliun atau turun 10,24 persen yoy.
Pun demikian dengan BNI. Laba BNI per September 2025 turun 7,24 persen yoy menjadi Rp15,21 triliun dari kuartal III 2024 yang sebesar Rp16,3 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More