Jakarta–PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) akan kembali melaksanakan Penawaran Umum Terbatas (PUT) V atau rights issue dengan tujuan memperkuat modal dari perusahaan.
Presiden Direktur MNC Bank, Benny Purnomo mengatakan dana yang didapat dari rights issue seluruhnya akan dipergunakan untuk memperluas kegiatan bisnis dari perseroan.
“Mempertimbangkan hal tersebut MNC Bank kembali akan mengeluarkan saham dalam portopel dengan cara menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) untuk yang kelima kalinya setelah perusahaan go public,” ujar Benny di Jakarta, Jumat, 15 Juli 2016.
Jumlah saham yang dikeluarkan oleh perseroan dalam rangkaian PUT V ini adalah sebanyak 5,3 miliar saham, sehingga perseroan akan memperoleh penambahan modal sebesar Rp531 miliar.
Setelah dikurangi biaya-biaya terkait, penambahan modal tersebut akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka mendukung target peningkatan aset produktif antara lain melalui pemberian kredit, penempatan dana serta pembelian surat berharga dengan tetap memperhatikan ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).
“Dana yang dihasilkan untuk menambah dan memperkuat modal. Selain itu juga untuk peningkatan infrastruktur online banking korporasi.” Pungkas Benny.
Selain itu kata Benny, perseroan juga akan menerbitkan Waran Seri III yang juga senilai Rp531,1 miliar. “Sehingga, kami akan mendapatkan dana Rp1 triliun lebih. Jadi, nantinya modal inti kami menjadi sekitar Rp2,6 triliun-Rp2,7 triliun,” ucapnya. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More