Jakarta – Perusahaan asuransi jiwa syariah Takaful Keluarga meluncurkan produk asuransi baru, yakni Takaful Falah Series. Produk asuransi jiwa syariah ini meliputi Takaful Falah Proteksi dan Takaful Falah Saving.
Direktur Operasional PT Asuransi Takaful Keluarga, Yurivanno Gani menjelaskan, Takaful Falah Series menawarkan dua manfaat, yakni proteksi finansial dan dana tabungan. Takaful Falah Proteksi memprioritaskan proteksi finansial bagi customer atas risiko hidup, sementara Takaful Falah Saving mengutamakan pengembangan dana yang optimal lewat tabungan.
Unsur proteksi pada Takaful Falah menggunakan akad tabarru, sedangkan unsur investasinya menggunakan akad mudharabah.
Menurut Yurivanno Gani, saat ini masyarakat membutuhkan solusi perlindungan jiwa dan perencanaan investasi yang simple, aman serta sesuai syariah agar tujuan keuangannya tercapai.
“Takaful Falah mencoba menjawab kebutuhan customer yang ingin berasuransi sambil menabung. Jika hanya menabung, maka hanya akan mendapatkan sejumlah saldo tabungan, sedangkan Takaful Falah tidak hanya memberikan saldo tabungan saja, tetapi juga manfaat dari tolong menolong untuk proteksi finansial atas risiko hidup sesuai kebutuhan,” kata Yurivanno di Jakarta, Rabu 17 Oktober 2018.
Produk Takaful Falah menyasar segmen customer retail alias individu dengan profil investasi konservatif sampai moderat. Produk asuransi ini dipasarkan dengan nilai kontribusi mulai dari Rp300 ribu dan manfaat proteksi finansial (Manfaat Takaful) mulai dari Rp150 juta.
Apabila usia customer mencapai akhir masa perjanjian asuransi, maka yang diterima adalah manfaat dana tabungan. Sementara bila terjadi risiko hidup pada customer dalam masa akad asuransi, maka yang diterima berupa manfaat proteksi finansial (Manfaat Takaful) ditambah saldo dana tabungan yang terbentuk.
Dari dua produk Takaful Falah Series, Takaful Keluarga membidik target penambahan 300 polis senilai Rp3 miliar hingga akhir 2018. Tahun depan, Takaful Keluarga menargetkan penambahan polis baru senilai minimum Rp20 miliar. (Ari A)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More