Perbankan

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting

  • Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa tukar uang tunai.
  • Nasabah bisa transaksi real-time di merchant SeoulPay, didukung fitur multicurrency dan berbagai sumber dana.
  • Adopsi layanan terus tumbuh, dengan pengguna dan nilai transaksi QR antarnegara meningkat signifikan secara tahunan.

Jakarta – Bank Mandiri menghadirkan fitur QR Antarnegara pada aplikasi Livin’ by Mandiri yang kini dapat digunakan di Korea Selatan. Langkah ini sejalan dengan inisiatif Bank Indonesia (BI) dalam memperluas akseptasi dan interkoneksi pembayaran digital lintas negara guna mendorong transformasi digital nasional.

SVP Digital Retail Banking Group Bank Mandiri, Yanto Masyap menyatakan, langkah ini merupakan wujud sinergi terintegritasi antara industri keuangan dan regulator dalam membangun sistem pembayaran global yang saling terhubung. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari kontribusi Bank Mandiri dalam memperkuat kedaulatan ekonomi digital ekonomi digital dan daya saing nasional.

Melalui fitur ini, nasabah dapat bertransaksi di berbagai merchant di Korea Selatan hanya dengan memindai QR berstandar QRIS tanpa perlu menukar uang tunai. Cukup dengan memindai QR merchant berlogo SeoulPay, transaksi dapat diselesaikan secara real-time.

Kehadiran layanan ini memperkuat sinergi ekosistem layanan lintas negara yang semakin seamless, sekaligus menghadirkan pengalaman transaksi yang praktis, aman, dan efisien bagi nasabah di luar negeri.

Baca juga: Hore! Warga RI Kini Bisa Belanja di Korea Selatan Pakai QRIS

Yanto menambahkan, pengembangan ini merupakan bagian dari keunggulan berkelanjutan Livin’ by Mandiri sebagai platform digital yang adaptif terhadap kebutuhan nasabah.

Sebelumnya, layanan QR antarnegara telah tersedia di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang, menunjukkan konsistensi Bank Mandiri dalam memperluas konektivitas global.

“Inovasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam bertransaksi di luar negeri. Melalui pengembangan fitur ini, kami ingin memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan lebih mudah dan nyaman di berbagai destinasi internasional. Kehadiran QR Antarnegara di Korea Selatan juga memperluas akses penggunaan QRIS, sehingga kebutuhan transaksi harian seperti kuliner dan belanja dapat dilakukan secara praktis,” ujar Yanto dalam keterangan resminya.

Dukungan Multicurrency dan Pertumbuhan Kinerja

Selain kemudahan pembayaran, Livin’ by Mandiri juga menghadirkan fleksibilitas sumber dana, mulai dari rekening tabungan hingga kartu kredit Mandiri. Hal ini memberikan kontrol lebih bagi nasabah dalam mengelola keuangan selama berada di luar negeri, sekaligus menciptakan nilai tumbuh kepada masyarakat melalui peningkatan inklusi dan literasi keuangan digital.

Untuk melengkapi kebutuhan finansial, bank berlogo pita emas ini turut menyediakan layanan pembukaan rekening multicurrency dalam mata uang won (KRW) yang dapat terhubung dengan Mandiri Debit. Nasabah dapat melakukan tarik tunai di ATM berlogo Visa di seluruh Korea Selatan tanpa konversi kurs.

Hingga Februari 2026, Livin’ by Mandiri mencatatkan kinerja yang solid dengan lebih dari 38,5 juta pengguna dengan total nilai transaksi mencapai Rp802 triliun. Adopsi QRIS pun terus meningkat, dengan pengguna fitur QR Bayar mencapai 9,2 juta atau tumbuh 23 persen secara tahunan, serta nilai transaksi naik 43 persen menjadi Rp38,9 triliun.

Baca juga: BI dan Bank of Korea Sepakat Lanjutkan Implementasi QR Antarnegara

Sementara itu, layanan QR Antarnegara menunjukkan pertumbuhan lebih agresif, dengan jumlah pengguna meningkat 23 persen yoy menjadi 13 ribu dan nilai transaksi melonjak 52 persen yoy menjadi Rp37,4 miliar.

Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperluas jangkauan QR Antarnegara ke berbagai destinasi internasional lainnya sebagai bagian dari komitmen menghadirkan inovasi digital yang adaptif dan relevan, sekaligus mendorong akselerasi ekonomi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

6 mins ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

36 mins ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

1 hour ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

2 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

2 hours ago

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

3 hours ago