Nasional

Tak Perlu Khawatir, Bos Pegadaian Jamin Stok Emas Fisik Aman!

Poin Penting

  • Tabungan emas Pegadaian dijamin 1 banding 1 dengan emas fisik yang tersimpan di brankas berstandar internasional dan diaudit OJK.
  • Antrean cetak emas kecil terjadi karena stok tersedia dalam bentuk batangan besar (1–12,5 kg), sehingga perlu waktu untuk dipecah menjadi kepingan kecil.
  • Keamanan dan nilai emas terjamin, berbeda dengan kasus gagal cetak emas di China; ketersediaan emas di Pegadaian selalu ada.

Jakarta – PT Pegadaian kembali menegaskan keamanan stok emas fisik bagi nasabah, seiring meningkatnya minat pencetakan emas digital.

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, memastikan bahwa pencetakan emas digital dijamin 1 banding 1 dengan emas fisik yang tersimpan di brankas berstandar internasional dan diaudit Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Tabungan emas itu yang kami pastikan 1 banding 1. Jadi, nasabah yang menabung, emasnya ada di Pegadaian,” ujar Damar saat peluncuran roadmap ekosistem bulion nasional di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Roadmap Bullion Dirilis: Era Baru Investasi Emas Dimulai!

Damar menjelaskan, antrean pencetakan emas beberapa waktu lalu terjadi karena banyak nasabah ingin mencetak emas dalam ukuran kecil, seperti 1 gram atau 5 gram, sementara stok Pegadaian berbentuk batangan besar mulai 1 kg hingga 12,5 kg. Proses pemecahan batangan menjadi kepingan kecil membutuhkan waktu tambahan.

Ia juga menekankan perbedaan dengan kasus gagalnya pencetakan emas di Tiongkok.

Baca juga: World Gold Council: Pelemahan Dolar AS Berpotensi Dongkrak Harga Emas

“Di Indonesia, tabungan emas benar-benar 1 banding 1, jadi keamanan dan nilainya terjamin,” tegas Damar.

“Ini bukan soal ketersediaan emas. Dari awal, emas sudah tersedia dan pasti tersedia,” tutupnya. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Realisasi Penyaluran PKE LPEI 2025 Capai Rp13,5 Triliun, Melesat 85 Persen

Poin Penting Penyaluran Penugasan Khusus Ekspor (PKE) LPEI mencapai Rp13,5 triliun sepanjang 2025, naik 85… Read More

1 hour ago

Defisit APBN Februari 2026 Tembus Rp135,7 Triliun

Poin Penting APBN Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen dari PDB, dengan… Read More

12 hours ago

Mudik Tenang dan Nyaman, Tugu Insurance Hadirkan Asuransi t mudik

Poin Penting Tugu Insurance meluncurkan asuransi mikro t mudik (konvensional dan syariah) untuk memberikan perlindungan… Read More

12 hours ago

Airlangga Beberkan Jurus Pemerintah Jaga Daya Beli di Awal 2026

Poin Penting Pemerintah menggulirkan stimulus fiskal dan bansos sejak awal 2026 untuk menjaga daya beli;… Read More

12 hours ago

Klarifikasi Kades Ciparakan Terkait Isu Rumah Warga Dibongkar Jadi Kopdes Merah Putih

Poin Penting Lahan yang ditempati Cani (80) adalah tanah milik desa, dipilih untuk pembangunan Kopdes/Kel… Read More

12 hours ago