Jakarta – Proses Spin-Off Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Badan Usaha Syariah (BUS) memerlukan persiapan yang matang dan proses panjang. Prof. Nur Rianto Al Arif, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengaku bahwa terdapat beberapa faktor penentu kesuksesan Spin-Off UUS.
“Terdapat beberapa faktor yang menentukan kesuksesan Spin-Off. Salah satunya adalah kinerja anak perusahaan. Pastikan kinerja anak usaha benar-bener sehat sebelum memisahkan diri dari induknya,” jelas Arif pada webinar yang digelar oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Infobank dengan judul “UUS Perbankan: Menuju Tenggat Waktu Spin-Off 2023”, 2 Desember 2020.
Lebih lanjut kata dia, kinerja anak perusahaan perlu dievaluasi agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari. Lalu, faktor kedua adalah hubungan perusahaan induk dan anak setelah Spin-Off. Arif mengingatkan, jangan sampai perusahaan induk menganggap UUS yang sudah Spin-Off sebagai pesaing bisnis dengan berebut pasar yang sama.
Kemudian, faktor ketiga adalah dukungan perusahaan induk terhadap anak usaha. Dukungan seperti kolaborasi penggunaan teknologi dapat mempermudah anak usaha dalam melakukan Spin-Off.
Faktor terakhir adalah ukuran perusahaan, nilai aset dan permodalan pada saat Spin-Off. Besaran aset dan modal saat Spin-Off akan menentukan perkembangan anak perusahaan nantinya. Dengan mempertimbangkan keempat faktor ini, proses Spin-Off UUS menjadi BUS akan menjadi semakin lancar dan minim hambatan. (*) Evan Yulian Philaret
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More