Keuangan

Tak Masuk Pembiayaan Konsumstif, Danareksa Finance Fokus ke Sektor Produktif di 2022

Jakarta – Peran perusahaan pembiayaan di dalam ekosistem sektor jasa keuangan menjadi semakin penting di saat pertumbuhan kredit, terutama di sektor produktif yang secara umum masih relatif rendah, sebagai dampak dari pandemi yang berkepanjangan. Sehingga perusahaan pembiayaan harus selalu menjaga pertumbuhan aset produktifnya secara berkesinambungan dan berkualitas.

Memasuki usianya yang ke-30 di tahun 2022 ini, PT Danareksa Finance pada tanggal 21 Januari 2022 mengadakan Kick-Off Meeting – RKAP Tahun 2022 dengan tema “More than just financing”. Tema ini dibuat mengingat keunikan perseroan baik dari sisi kepemilikan dan komitmen pemegang saham serta sektor yang menjadi target pembiayaan termasuk strategi yang diterapkan untuk mencapai tujuan perseroan.

“PT Danareksa Finance dimiliki oleh BUMN dan di dalam aktifitas pembiayaannya, perseroan hanya fokus pada sektor produktif dan tidak masuk ke sektor konsumtif,” ujar Direktur Utama PT Danareksa Finance, Bonifacius Prasetyo dalam keterangannya, 22 Januari 2022.

Menurutnya, penerapan strategi ini lakukan untuk mencapai target yang meliputi pertama, aspek finansial (di antaranya EBITDA, ROIC>=WACC dll.), aspek operasional (Risk Register, BOPO, NIM dll), aspek sosial (literasi keuangan dan nasabah sektor Energi Baru Terbarukan). Kedua, aspek inovasi model bisnis (kerjasama pembiayaan termasuk dengan perbankan dan perusahaan fintech/digital lending serta kolaborasi dengan BUMN anggota klaster Danareksa Holding).

Lalu ketiga, kepemimpinan teknologi (penerapan integrated core system dan proses i-financing yang baru). Keempat, peningkatan investasi (akuisisi nasabah baru dan pertumbuhan aset produktif). Dan kelima, pengembangan talenta (nominasi talenta untuk karyawan perempuan dan/atau generasi milenial); dimana ke-limanya merupakan perwujudan dari 5 Prioritas Kementerian BUMN.

Irwan Satya Utama salaku Direktur Bisnis PT Danareksa Finance menambahkan, pencapaian kinerja keuangan (in-house) yang sangat baik tahun 2021 di antaranya kenaikan laba bersih lebih dari 20% dari tahun sebelumnya dan BOPO yang dijaga cukup rendah di kisaran 60% serta NPF Netto yang dikelola di bawah 1%, merupakan modal bagi perseroan untuk terus bertumbuh pesat tahun ini.

“Diperolehnya hasil pemeringkatan Corporate Rating idA- stable outlook dari PT Pefindo awal September 2021 dan predikat perusahaan pembiayaan yang “Sangat Bagus” dari Infobank selama 3 tahun berturut-turut (2018-2020) serta penghargaan “Indonesia SOE Subsidiaries Leading Brand Awards 2021” menambah kepercayaan diri kami untuk dapat mencapai target RKAP 2022 tersebut,” pungkasnya.

PT Danareksa Finance berdiri tahun 1992 dan saat ini dimiliki oleh PT Danareksa (Persero) (99,99%) dan PT BRI Danareksa Sekuritas (0,01%), dengan mengemban Visi yaitu: Menjadi perusahaan pembiayaan yang mendukung pertumbuhan dan pelaksanaan program dan proyek Pemerintah Pusat dan Daerah serta proyek-proyek yang memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat serta Misi yaitu: Menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan melalui layanan keuangan berupa pembiayaan kepada BUMN/BUMD dan mitra kerja lainnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

8 mins ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

43 mins ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

2 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

2 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

2 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

2 hours ago