Categories: Teknologi

Tak Hanya RI, Cyber Crime juga Jadi Tantangan Digitalisasi Keuangan Global

Jakarta – Di era digitalisasi, regulator dan penyedia jasa keuangan memiliki berbagai tantangan dalam digitalisasi keuangan. Salah satunya yaitu dalam penanganan cyber crime untuk melindungi data pribadi nasabah agar tidak tersebar kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang berimbas kepada kepercayaan masyarakat dan kerugian finansial bagi pelaku industri.

“Masalah kepercayaan dan keamanan penting untuk memberikan jaminan keamanan bahwa identitas nasabah dilindungi dari hacker dan skimmer yang terjadi secara global, hacker bisa meretas rekening bank dan akun digital keuangan, sehingga penting bagi regulator untuk memastikan bahwa identitas nasabah dilindungi untuk semua transaksi,” ujar, Prof. Dato’ DR. Mohd Azmi Omar selaku President & Chief Executive Officer INCEIF University Kuala Lumpur, Malaysia dikutip 20 April 2022.

Ia menambahkan, dengan meningkatnya penggunaan layanan digital berbasis syariah yang meluas, konteks keamanan merupakan tantangan yang berkelanjutan. Peretas dan individu-individu yang mengelabui orang lain melalui penipuan akan selalu ada dan perlu diberantas.

“Apa yang dibutuhkan oleh operator dan regulator bahwa cyber security adalah kunci yang diterapkan untuk memperluas keuangan digital syariah maupun konvensional, misalnya melakukan transaksi keuangan di platform tidak terdaftar oleh pihak berwenang, web penipuan, aplikasi penipuan misalnya di Malaysia dan banyak negara lain cyber ini menjadi isu dan juga bahkan dewan komisioner dan direksi perusahaan membutuhkan cyber security,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, peran pemerintah diperlukan untuk menangani cyber crime dan kebocoran data nasabah. Selain itu, literasi secara berkelanjutan mengenai keuangan digital baik juga diperlukan oleh masyarakat baik itu bank syariah maupun konvensional. Adapun contoh peningkatan literasi untuk golongan menengah ke bawah, seperti bagaimana untuk mengelola keuangan, pengeluaran dan prinsip syariah, dan skema-skema kebutuhan. (*) Irawati

Evan Yulian

Recent Posts

Neraka Neraca Pembayaran: Ekonomi Nasional Bisa Meleleh

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga BANK Indonesia (BI) melaporkan bahwa neraca pembayaran Indonesia… Read More

15 mins ago

Bos Mandiri Sekuritas: Likuiditas, Transparansi, dan Free Float Jadi Kunci Tarik Investor Asing

Poin Penting Reformasi OJK dan BEI diyakini memperkuat pasar modal, meningkatkan transparansi, tata kelola, dan… Read More

31 mins ago

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting BRI mencatat laba Rp57,13 triliun pada 2025, turun 5,26 persen yoy, sementara kredit… Read More

1 hour ago

IHSG Dibuka Hijau, Naik 0,40 Persen ke Level 8.355

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,40 persen ke level 8.355,28 pada pukul 09.00 WIB, dengan… Read More

1 hour ago

Update Harga Emas Hari Ini (26/2): Antam Melesat, Galeri24 dan UBS Kompak Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 hari ini anjlok Rp28.000 ke Rp3.057.000 per gram, sementara UBS… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat Seiring Penurunan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Poin Penting Rupiah hari ini dibuka menguat ke Rp16.755 per dolar AS, naik 0,27 persen… Read More

2 hours ago