Jakarta – Asuransi penerbangan tidak hanya memberikan perlindungan kepada awak dan penumpang pesawat. Bagi pemilik armada maupun maskapai, perlindungan terhadap pesawat juga menjadi bagian penting untuk mengantisipasi risiko kerugian akibat kecelakaan penerbangan.
Salah satu jenis asuransi penerbangan yang paling sering dimanfaatkan oleh maskapai penerbangan adalah asuransi penerbangan aviation hull & liability. Apa itu asuransi penerbangan aviation hull & liability?
Produk asuransi ini dirancang untuk memberikan jaminan terhadap kerugian atau kerusakan yang dialami pesawat akibat kecelakaan, sekaligus memberikan perlindungan atas tanggung jawab hukum kepada penumpang maupun pihak ketiga.
Mengutip laman Tugu Insurance, perlindungan aviation hull & liability mencakup sejumlah objek pertanggungan, mulai dari rangka pesawat, tanggung jawab terhadap pihak ketiga, hingga tanggung jawab terhadap penumpang.
Baca juga: 5 Hal yang Wajib Dicermati Sebelum Membeli Asuransi Kebakaran
Tiga Manfaat Utama Asuransi Pesawat
Ada sejumlah manfaat yang dapat diperoleh pemilik pesawat atau maskapai dengan memiliki perlindungan aviation hull & liability.
1. Melindungi Pesawat dari Kerusakan
Asuransi memberikan perlindungan terhadap kerugian pada pesawat, termasuk kerusakan yang timbul akibat kecelakaan penerbangan maupun risiko kehilangan pesawat sesuai dengan ketentuan polis.
Perlindungan ini menjadi penting mengingat pesawat merupakan aset bernilai tinggi. Kerusakan akibat kecelakaan dapat menimbulkan biaya perbaikan yang besar dan berpotensi memengaruhi operasional penerbangan.
2. Menanggung Tanggung Jawab kepada Penumpang dan Pihak Ketiga
Risiko kecelakaan penerbangan tidak hanya berdampak terhadap armada. Maskapai juga dapat menghadapi tuntutan dari penumpang maupun pihak ketiga yang mengalami kerugian akibat kecelakaan.
Melalui perlindungan liability, risiko finansial yang muncul dari tuntutan tersebut dapat ditanggung sesuai dengan manfaat dan batas pertanggungan yang tercantum dalam polis.
3. Memberikan Perlindungan atas Barang Muatan
Asuransi penerbangan juga dapat memberikan perlindungan terhadap kerugian yang berkaitan dengan barang muatan atau bagasi akibat kecelakaan penerbangan. Dengan demikian, potensi kerugian yang harus ditanggung kepada penumpang maupun pihak ketiga dapat diminimalkan sesuai ketentuan pertanggungan.
Tidak Semua Risiko Ditanggung
Meski memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko penerbangan, aviation hull & liability tetap memiliki sejumlah pengecualian. Karena itu, pemilik pesawat maupun maskapai perlu memahami secara detail ketentuan dalam polis sebelum menentukan perlindungan.
Beberapa risiko yang umumnya tidak dijamin antara lain penggunaan pesawat di luar batas wilayah geografis yang ditentukan, penggunaan untuk kegiatan ilegal, penggunaan pesawat oleh pihak yang tidak sesuai dengan ketentuan polis, hingga kelebihan jumlah penumpang dari kapasitas maksimum.
Baca juga: Jangan Panik! Begini Cara Klaim Asuransi Jika Motor Dicuri
Selain itu, risiko yang berkaitan dengan perang, huru-hara, pembajakan, risiko nuklir, serta penggunaan pesawat oleh pilot yang tidak memenuhi persyaratan dalam polis juga dapat dikecualikan dari pertanggungan.
Dengan tingginya nilai aset dan besarnya potensi kerugian yang dapat timbul dari sebuah kecelakaan penerbangan, asuransi pesawat menjadi salah satu instrumen mitigasi risiko yang penting.
Namun, pemilik pesawat dan maskapai perlu memastikan jenis perlindungan, nilai pertanggungan, cakupan risiko, serta pengecualian yang tercantum dalam polis sesuai dengan kebutuhan operasionalnya. (*)


