Selain itu anggota Komisi XI DPR Fraksi PAN, Achmad Hafidz Thohir, menyatakan pemindahan ibu kota tak menjadi urgensi saat ini, sehingga wacana mengkajinya pun tak perlu dilakukan saat ini.” ungkap Hafidz.
“Kalau kita bandingkan dengan persoalan yang dihadapi rakyat saat ini, itu jauh lebih penting untuk mengentaskan kemiskinan. Kita kan tahu hari ini rakyat tidak berhasil beras miskin,” tuturnya.
Baca juga: Bappenas Sisihkan Rp7 Miliar Kaji Pemindahan Ibu Kota
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro pun sebelumnya telah menjelaskan akan menggunakan dana Rp7 miliar tersebut untuk menkaji dan membahas pemindahan ibu kota dari Jakarta ke salah satu kota di Pulau Kalimantan.
Meski anggaran tersebut tidak direstui oleh DPR, dirinya meyakinkan bahwa kajian akan terus dilakukan. “Tetap kajian dilakukan. Enggak ada masalah, namanya juga kajian. Kan kajian sudah berjalan,” ungkap Bambang setelah menghadiri sidang. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More