Jakarta – Kementerian Keuangan (kemenkeu) menyebutkan bahwa Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang terbakar pada Sabtu (22/8) lalu belum terlindungi oleh layanan asuransi.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta saat menghadiri video conference APBN Kita. Ia menyebut, bahwa nilai kerugian dari terbakarnya gedung tersebut mencapai Rp161 miliar.
“Dibangun tahun 1970 nilainya waktu itu Rp7 juta, renovasi awal terakhir Rp155 miliar, dengan beberapa tambahan renovasi nilai gedung terakhir Rp161 miliar,” kata Isa melalui video conference di Jakarta, Selasa 25 Agustus 2020.
Isa menyatakan, renovasi atau pembangunan kembali terhadap Gedung Kejaksaan Agung RI yang terbakar tersebut harus membutuhkan penganggaran baru dalam APBN 2021 karena untuk tahun ini Pemerintah belum menganggarkan alokasi renovasi tersebut.
“APBN tahun ini pasti tidak ada karena belum pernah dianggarakan. Paling cepat 2021 kalau bisa dimasukkan dalam proses penyusunan RAPBN 2021,” ujarnya.
Isa melanjutkan, pihaknya sedang mendorong kementerian/lembaga (K/L) untuk dapat mengasuransikan aset negara yang dimiliki untuk menghindari terjadinya hal yang menimpa Gedung Kejaksaan Agung. Sejauh ini, kata dia, terdapat 10 K/L yang sedang dalam proses untuk mengasuransikan gedungnya, sedangkan seluruh gedung yang dikelola Kementerian Keuangan dipastikan sudah diasuransikan. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pertemuan tahunan industri jasa keuangan yang digelar rutin untuk menyampaikan… Read More
Dengan adanya MyPanin, menegaskan komitmen PaninBank dalam menghadirkan aplikasi layanan perbankan digital yang komprehensif, nyaman,… Read More
Poin Penting Sempat terkoreksi 5,15 persen ke Rp1.115 saat IHSG anjlok akibat sentimen MSCI, saham… Read More