Tahun Lalu, Hasil Investasi Taspen Life Capai Rp225,6 Miliar
Jakarta – PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) mencatatkan hasil investasi di sepanjang 2017 sebesar Rp225,6 miliar atau mengalami peningkatan 15,19 persen bila dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya sebesar Rp195,85 miliar.
Direktur Utama Taspen Life Maryoso Sumaryono mengatakan, hasil investasi tersebut bersumber dari berbagai instrumen investasi yang dilakukan perusahaan. Di sepanjang 2017 investasi perseroan mencapai Rp3,23 triliun, naik 14,79 persen dari tahun sebelumnya Rp2,82 triliun.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, kontribusi terbesar dari total investasi yang tercatat Rp3,23 triliun itu, mayoritas ada di reksadana sebesar Rp1,57 triliun, deposito Rp789,62 miliar, obligasi Rp735,73 miliar, saham Rp108,39 miliar, dan sukuk mencapai Rp21,27 miliar.
“Kami harus memenuhi kewajiban kami kepada peserta, maka dari itu kami harus memaksimalkan kinerja kita, yang tentu saja kita cari peluang-peluang investasi dan mencari yield yang tinggi,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 20 Februari 2018.
Baca juga: Sepanjang 2017, Taspen Cetak Laba Rp 720 Miliar
Dengan pertumbuhan hasil investasi yang positif tersebut, kata dia, maka ikut mendorong total pendapatan Taspen Life yang sebesar Rp680,03 miliar, atau mengalami peningkatan sebesar 18,75 persendari tahun sebelumnya yang sebesar Rp572,67 miliar.
Menurutnya, Taspen Life terus meningkatkan kinerjanya dan melakukan penetrasi pasar, sehingga sampai dengan Desember 2017 jumlah peserta Taspen Life mencapai 517.367 peserta atau meningkat 14,61 persen dari tahun sebelumnya yakni sebanyak 451.405 peserta.
Untuk menambah penetrasi pasar pada tahun 2017, Taspen Life telah menjalin kerja sama dengan induk perusahaannya yaitu PT Taspen (Persero) untuk program peningkatan manfaat Tabungan Hari Tua (THT) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Selama tahun 2017, tambah dia, beberapa pemerintah daerah telah mengikuti program peningkatan manfaat THT tersebut, diharapkan dengan adanya program ini ASN dapat lebih sejahtera pada saat masa pensiun. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More