Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana akan kembali menyuntik modal kepada anak usahanya yakni Bank Syariah Mandiri (BSM) di tahun ini yang bertujuan untuk memperkuat permodalan dan mendorong bisnis BSM.
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Bank Mandiri akan menyuntik modal BSM sebesar Rp500 miliar di tahun ini. Jumlah ini sama dengan suntikan modal yang dilakukan perseroan ke BSM pada November tahun lalu.
Dengan penambahan modal tersebut, maka rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) Bank Syariah Mandiri akan terjaga di level 13-14 persen. Di mana per kuartal I-2017, CAR Bank Syariah Mandiri tercatat 14,4 persen.
“BSM ada penambaan modal, tahun lalu itu Rp500 miliar, nah tahun ini juga Rp500 miliar lagi. CAR BSM akan dijaga di kisaran 13-14 persen,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 26 April 2017.
Penambahan modal kepada Bank Syariah Mandiri ini sudah dimasukkan ke dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) Bank Mandiri tahun 2017. Suntikan modal ini tidak berpengaruh terhadap CAR Bank Mandiri yang saat ini berada di level 21,11 persen per kuartal I-2017.
Selain itu, penambahan modal ini juga positif bagi Bank Syariah Mandiri maupun industri perbankan syariah. Dengan begitu, kinerja bisnis Bank Syariah Mandiri diharapkan akan tumbuh positif yang ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat.
Adapun sepanjang kuartal I 2017, total penyaluran pembiayaan Bank Syariah Mandiri mengalami pertumbuhan sebesar 9-10 persen yakni menjadi Rp55,85 triliun, dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama yakni sebesar Rp50,77 triliun. (*)
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More