BRI Syariah Siapkan Strategi Guna Tekan Non Performing Financing
Jakarta–PT Bank BRI Syariah (BRI Syariah) menargetkan pembiayaan mencapai angka Rp25 triliun di akhir tahun 2017. Dalam mewujudkannya, perseroan akan fokus menyasar segmen mikro dan usaha kecil menengah (UKM).
“Target kita pembiayaan bisa di atas kisaran Rp25 triliun pada akhir tahun ini,” ungkap Wildan, Direktur Operasional BRI Syariah di Kantor BRI Syariah, Jakarta, akhir pekan lalu.
Ia menambahkan, pihaknya saat ini sedang memfokuskan pada pembiayaan sektor mikro dan ekonomi kreatif dengan bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).
Tercatat pada kuartal satu 2017 , BRI Syariah telah menyalurkan pembiayaan di angka Rp17,76 triliun. Dari laporan keuangan perseroan, jumlah pembiayaan meningkat dari tahun ke tahun. Pada kuartal satu 2015, posisi pembiayaan sebesar Rp15,57 triliun. Lalu naik ke Rp16,89 triliun di triwulan satu tahun lalu.
Wildan menjelaskan, dengan ketatnya persaingan industri perbankan terutama perbankan syariah, tentunya untuk bisa survive BRI Syariah membutuhkan strategi yang pas dan sesuai dengan perkembangan pasar pada saat ini.
Ia mengungkapkan, salah satu strategi BRI Syariah menghadapi Tahun 2017 di antaranya adalah selaras dengan program pemerintah dengan tetap menyalurkan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More