Categories: Perbankan

Tahun Depan, Seluruh Anggaran OJK Dari Pungutan

OJK juga meminta Komisi XI mendukung penyediaan gedung kantor pusat dan daerah dalam rangka pelaksanaan tugas serta mengoptimalkan peran OJK di pusat serta daerah. Ria Martati

Jakarta-Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Komisi XI DPR RI, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan total kebutuhan anggaran OJK 2016, adalah sebesar Rp3,8 triliun meningkat sebesar 6,18% dibanding 2015.

“Sesuai asumsi diatas kami ajukan pagu indikatif Rp3.082,3 triliun naik 6,18% dibanding pagu anggaran 2015. Sumber pembiayaan anggaran sepenuhnya bersumber dari pungutan, sehingga dana APBN dapat digunakan Pemerintah untuk membiayai hal-hal yang lain, seperti pembangunan infrastruktur,” ujar Muliaman di Kompleks Gedung DPR-MPR, Jakarta, belum lama ini.

Selain itu, OJK juga meminta Komisi XI untuk menyetujui remunerasi pegawai BI yang dipekerjakan di OJK tahun 2016 masih dibayarkan oleh BI, serta penyetaraannya dibayarkan OJK.

Muliaman juga mengusulkan agar penggunaan kelebihan penerimaan pungutan tahun 2014 sebesar Rp183,96 miliar digunakan pada tahun 2015.

OJK juga meminta Komisi XI mendukung penyediaan gedung kantor pusat dan daerah dalam rangka pelaksanaan tugas serta mengoptimalkan peran OJK di pusat serta daerah. Pasalnya saat ini, gedung kantor OJK Pusat masih menggunakan gedung kantor yang tersebar di 3 lokasi. Sedangkan kantor di daerah sampai semester I 2015 baru menempati 11 kantor sewa dan 23 kantor milik Bank Indonesia.

Sementara hingga semester pertama, penyerapan anggaran mencapai Rp1,041 triliun atau baru 29,08% dari pagu yang telah diberikan.

“Belum optimalnya penyerapan anggaran disebabkan karena beberapa kegiatan baru akan dilakukan semester 2, dan beberapa kegiatan yang sudah dilakukan realisasi pembayaran baru semester dua,”kilahnya.

Menurutnya hingga akhir tahun penyerapan anggaran diperkirakan mencapai 99,04% atau Rp3.,54 triliun.
Sumber pembiayaan OJK 2015 sendiri, 51,27% berasal dari pungutan, dan 48,73% dari APBN.

“Ini bergeser, sebab 2014 anggaran 100% dari APBN, tahun berikutnya pungutan sudah dominan, dan tahun depan kita harap sepenuhnya dari pungutan dan tidak ada dari APBN,” pungkasnya. (*)

@ria_martati

admin

Recent Posts

Tugu Insurance Siaga 24 Jam, Dukung Perjalanan Mudik Aman dan Nyaman

Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More

3 hours ago

Bank Sentral Global Menghadapi Ekspektasi yang Lebih Tinggi: Ke Mana Arah BI-Rate?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More

4 hours ago

Jangan Asal Berangkat, Ini 6 Tip Mudik Lebaran agar Aman dan Nyaman

Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More

5 hours ago

Transaksi ZISWAF BSI Tembus Rp30 Miliar di Ramadhan 2026, Naik 2 Kali Lipat

Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More

7 hours ago

Konflik Timur Tengah dan Risiko Harga Minyak Global, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More

7 hours ago

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

1 day ago