Pegadaian; Bisnis fidusia. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta–PT Pegadaian berencana menaikkan porsi bisnis fidusia tahun depan. Jika saat ini masih di kisaran 5% dari bisnis Pegadaian, tahun depan porsi bisnis fidusia diperkirakan mencapai 10%. Dengan demikian, porsi bisnis Pegadaian lainnya yaitu bisnis gadai akan menurun dari 95% menjadi 90%.
Direktur Utama Pegadaian, Riswinandi mengungkapkan, potensi bisnis fidusia Pegadaian menurutnya masih sangat besar. Dengan produk ini, nasabah cukup menjaminkan surat kepemilikan atas asetnya misalnya kendaraan bermotor, sehingga kendaraan bermotornya masih dapat digunakan untuk keperluan poduktif.
Kendati porsi fidusia akan sedikit naik, menurutnya Pegadaian tidak akan mengembangkan bisnis itu dengan agresif. Pasalnya,Pegadaian masih harus mengantisipasi risiko bisnis fidusia itu.
“Kita naik, tapi enggak cepat, karena ini beda. Kan orang Pegadaian keahliannya menaksir, kalau fidusia ini kayak bank, mesti tahu debitornya kayak apa, kalau dia berdagang perdagangannya bagaimana,” tambahnya.
Per September menurutnya pembiayaan fidusia mencapai Rp3 triliun, sementara tahun depan, pembiayaan fidusia diperkirakan mencapai Rp5 triliun. (*) Ria Martati
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More
Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More